Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Industri Kreatif Faktor Penting Tinkatkan Perekonomian Negara | binaswadaya.org      

Industri Kreatif Faktor Penting Tinkatkan Perekonomian Negara

Industri kreatif merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam meningkatkan perekonomian nasional. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya meningkatkan kualitas produk industri kecil dan menengah (IKM) sesuai standar dan mutu serta mendorong kemampuan IKM agar dapat memenuhi permintaan jumlah yang besar dalam waktu singkat.

Hal itu Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM), Euis Saedah, pada pembukaan Pameran “Jogja Extravaganza” di Kemenperin, Jakarta, Senin (21/7).

Pameran yang diselenggarakan selama empat hari, tanggal 21 – 24 Juli 2014 dan dibuka untuk umum mulai pukul 09.00 – 17.00 WIB, diikuti  44 perajin IKM dengan menampilkan berbagai produk unggulannya, antara lain: batik, tenun, kulit, kayu, rajut, perak, tembaga, kerajinan wayang, herbal, aneka makanan dan lain-lain. Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Ditjen IKM dengan Dekranasda Provinsi D.I. Yogyakarta, bertujuan untuk mempromosikan produk terbaik dari para perajin unggulan Yogyakarta yang dikuatkan oleh IKM unggulan Kabupaten Sleman.

Pada kesempatan ini Pemerintah Daerah, Kabupaten Sleman meluncurkan Direktori Potensi Unggulan Sleman dengan tujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi-potensi daerah setempat kepada masyarakat luas, yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Kabupaten Sleman.

Pada tahun 2012, IKM di Yogyakarta mencapai hasil produksi sebesar Rp 241 milyar, dimana kontribusi terbesar dari Kabupaten Sleman yang mencapai Rp 79 milyar dengan 215 unit usaha dan 1.918 tenaga kerja.

Sementara itu, jenis IKM yang tersebar di Kabupaten Sleman, meliputi industri hasil pertanian, hasil perkebunan serta industri batik yang menjadi produk unggulan kabupaten Sleman dan menjadi salah satu penyokong ekspor untuk Yogyakarta. “Batik Sleman bisa dijadikan komoditas yang menguntungkan, mengingat kualitas dan motifnya sangat unik karena memang hanya ada satu motif yang khas dari batik Sleman, yaitu motif batik Parijotho yang merupakan tumbuhan ciri khas lereng merapi, dan hanya ada di lereng merapi dengan warna dasar alam dan motif salak yang keduanya menjadi ikon batik Sleman,” kata Euis.

Selanjutnya, Euis mengatakan, Yogyakarta memiliki banyak potensi industri kreatif diantaranya industri fesyen, kerajinan, seni pertunjukan dan makanan (kuliner). Yogyakarta mempunyai lebih 400 macam corak batik, dan batik adalah komoditas ekspor utama Yogyakarta. Pada produk kerajinan, terdapat berbagai kerajinan yang terkenal khas seperti kerajinan kayu dari Desa Kerebet, kerajinan kulit dari Desa Manding dan kerajinan perak dari Kota Gede. Sedangkan, produk ekspor andalan Yogyakarta meliputi produk olahan kulit, tekstil dan kayu, dimana tekstil mempunyai nilai ekspor tertinggi.

Dengan berbagai potensi yang ada tersebut, pemerintah daerah maupun pusat akan terus mendukung dan memberikan fasilitasi untuk para pelaku industri kreatif. Hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja muda terdidik dengan spesialisasi, lembaga-lembaga pendidikan terkait dengan industri kreatif, dan komunitas di berbagai bidang kreatif yang telah mengisi berbagai warna positif untuk Indonesia, baik ajang event dalam negeri maupun luar negeri.

Euis menegaskan, IKM merupakan salah satu sektor yang cukup kuat untuk mendukung pertumbuhan perekonomian di suatu wilayah. “Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan juga memberikan dampak ekonomi secara langsung pada kehidupan masyarakat sekitarnya,” kata dia.

Terkait dengan hal tersebut, harus terus dilakukan upaya meningkatkan kecintaan pada produk dalam negeri, terutama produk IKM agar menjadi komoditas perdagangan yang memiliki daya saing tinggi. “Bukan hanya pada persaingan usaha dalam negeri tapi terlebih lagi pada persaingan antar negara, dalam mengisi pasar domestik maupun ekspor,terlebih dalam waktu yang tidak terlalu lama akan segera masuk Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) yang tidak bisa dihindarkan,” tegas Euis.

Euis berharap dengan adanya Pameran Jogja Extravaganza, produk-produk IKM hasil perajin Yogyakarta akan semakin dicintai di kalangan masyarakat luas, dengan tampilan yang semakin baik dari segi kualitas, desain, kemasan, serta harganya yang kompetitif dan berdaya saing. [E-8/N-6]

Sumber : http://www.suarapembaruan.com/ekonomidanbisnis/industri-kreatif-faktor-penting-tinkatkan-perekonomian-negara/60424

Pertanianku — Fenomena harga cabai yang melambung tinggi terjadi lagi. Ikatan Pe [...]

Pertanianku — Komoditas perkebunan memiliki kontribusi besar dalam peningkatan e [...]

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) menilai, pupuk menjadi kunci kema [...]

Pertanianku — Beragam jenis tanaman buah biasa dibudidayakan dengan berbagai car [...]

Pertanianku — Cara menyuburkan tanah bisa dilakukan dengan pemberian pupuk. Sela [...]

Pertanianku — Penggunaan bahan alami untuk menyuburkan tanah sudah digunakan sej [...]

Pertanianku — Bagaimana trik agar jagung manis berbuah lebat? Ya, siapa yang tid [...]

Pertanianku — Ada beberapa jenis anggur yang tersebar di seluruh dunia. Salah sa [...]

Pertanianku — Bisnis beternak ayam kampung sangat menjanjikan. Bagaimana tidak? [...]

Pertanianku — Sejak dulu, daun jambu biji dipercaya dapat mengatasi diare. Untuk [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds