Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Indonesia butuh tambahan lahan pertanian 200.000 ha | binaswadaya.org      

Indonesia butuh tambahan lahan pertanian 200.000 ha

Indonesia membutuhkan tambahan lahan pertanian 200.000 hektare per tahun untuk memenuhi kebutuhan pangan yang meningkat.

Mantan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Pusat Siswono Yudhohusodo di Nusa Dua, Bali, Kamis, mengatakan untuk dapat mengimbangi pertambahan penduduk 1,3 persen per tahun diperlukan tambahan lahan pertanian baru 200.000 ha per tahun.

Sedangkan untuk dapat menjadi eksportir, ia mengatakan Indonesia membutuhkan paling tidak tambahan lahan pertanian baru seluas 300.000 ha per tahun. 

Menurut dia, lahan pertanian baru harus dibuka dengan prioritas lahan-lahan yang tidur yang tidak dimanfaatkan. 

Saat ini, lanjutnya, rasio lahan pertanian per populasi di Indonesia sangat rendah dibandingkan beberapa negara seperti Thailand, India, China, dan Vietnam. Rasio lahan pertanian untuk pangan per populasi di Indonesia (khusus untuk padi saja) hanya mencapai 358,5 meter persegi (m2) per kapita, sedangkan Thailand mencapai 5.225,9 m2 persegi per kapita, India 1.590,6 m2 per kapita, China 1.120,2 m2 per kapita, dan Vietnam 950,9 m2 per kapita.

Ironisnya, Siswono mengatakan lahan pertanian semakin berkurang dan konversi terbesar terjadi perumahan dan industri. Selama ini pemanfaatan lahan sangat tidak seimbang semua terfokus di Pulau Jawa.

Lahan pertanian yang dimiliki sangat potensial mencapai 101 juta ha. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) luas lahan pertanian yang ada saat ini baru mencapai 47 juta ha, sehingga masih tersisa sekitar 54 juta ha. 

Khusus untuk sawah terdapat 19 juta ha lahan potensial yang dapat dimanfaatkan, terpakai seluas sembilan juta ha untuk komoditas lain dan 10 ha untuk padi. Lahan terluas berada di Papua, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Riau. 

Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama dan Pemasyarakatan Iptek (BKPI) LIPI Bogie Soedjatmiko Eko Tjahjono mengatakan Iptek dapat membantu mengatasi keterbatasan lahan untuk dapat tetap meningkatkan produksi pangan. 

LIPI, menurut dia, telah melakukan berbagai riset mengembangkan berbagai jenis bibit padi unggul yang memiliki produktivitas tinggi dan tahan terhadap kekeringan sehingga dapat beradaptasi terhadap perubahan iklim.

LIPI, lanjut dia, juga mengembangkan bioresources untuk pangan, functional food, teknologi bioprocessing untuk pangan, hingga rekayasa pangan. (V002/M019)

 Sumber:http://www.antaranews.com/berita/407175/indonesia-butuh-tambahan-lahan-pertanian-200000-ha

Pertanianku — Beragam jenis makanan sehat banyak menjadi asupan pada saat seseor [...]

Pertanianku — Menghilangkan bekas getah pisang pada baju cukup sulit dilakukan. [...]

Pertanianku — Jeruk memiliki keunikan rasa manis dan asam yang membuatnya terasa [...]

Pertanianku — Bawang merah dan cabai merupakan dua jenis tanaman yang bernilai e [...]

Pertanianku — Ayam arab adalah ayam jenis petelur unggul yang banyak diidolakan [...]

Pertanianku — Tanaman bunga kerap dijadikan tanaman penghias pekarangan rumah. N [...]

Pertanianku — Trik menyimpan buah pisang bisa diterapkan agar buah ini bisa disi [...]

Pertanianku — Buah plum digemari karena dipercaya bisa membantu menurunkan berat [...]

Pertanianku — Biasanya, konsumen menyukai membeli buah yang belum terlalu matang [...]

Pertanianku — Penyakit tular tanah terdiri atas berbagai jenis jamur, bakteri, n [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10000 milliseconds