Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Impian Wiskha, Anak Pemulung Menjadi Dokter | binaswadaya.org      

Impian Wiskha, Anak Pemulung Menjadi Dokter

Sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Kalimat itu barangkali tepat untuk menggambarkan kesuksesan Muhammad Wiskha Al Hafiidh Suskalanggeng yang berhasil masuk Fakultas Kedokteran UGM. Wiskha, begitu ia sering disapa, berhasil mewujudkan impiannya dan kedua orang tuanya untuk masuk Program Studi Pendidikan Dokter.

Kedua orang tua Wiskha, Permana Suskalanggeng dan Dwi Asih Prihati, mengaku senang atas pencapaian Whiska yang mampu masuk pendidikan dokter UGM. Sus, panggilan ayah Whiska, tergolong keluarga yang kurang mampu. Selama ini, Sus bahkan tidak memiliki tempat tinggal. Sus dan keluarga hanya menempati rumah milik saudaranya yang kini merantau di Kalimantan. Sus adalah tulang punggung keluarga. Sus bermata pencaharian sebagai pemulung sejak 8 tahun yang lalu. Setiap hari, Sus keliling untuk mencari rongsokan dari satu desa ke desa yang lain dengan motor tua miliknya yang acap kali mogok. Biasanya, Sus akan memungut sampah yang ia temui di jalan atau berhenti di rumah-rumah warga yang membutuhkan jasanya.

impian-anak-pemulung-menjadi-dokter

Menurut Sus ia tidak memiliki modal untuk membeli rongsok milik warga. Warga lebih sering memberinya rongsokan secara cuma-cuma dan menyuruh Sus untuk sekalian membersihkan pekarangan atau rumah pemilik rongsok. Dari bersih-bersih itulah kadang Sus mendapat uang tambahan. Dalam sebulan Sus rata-rata mengantongi uang sejumlah Rp900.000,00 untuk menghidupi istri dan ketiga anaknya.

Meski berpenghasilan pas-pasan, Sus tetap mengupayakan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Beruntung anak-anaknya tergolong rajin dan berprestasi. Anak-anaknya mendapat BOS sehingga dapat sekolah secara gratis dan meringankan beban Sus.  Bahkan, Wiskha semenjak SD, SMP, dan SMA sering menjadi juara kelas. Wiskha bahkan lulus SMA dengan predikat nilai paling tinggi se-SMA 1 Sleman dan nomor empat tingkat provinsi DIY. Selain itu, Wiskha juga sempat meraih Juara 2 Olimpiade Fisika Paket Hari Ilmiah se-Jawa Bali pada Oktober 2015.

Sempat Ragu

Pada mulanya Wiskha sempat ragu atas pilihannya untuk masuk pendidikan dokter. Keraguaannya berdasarkan tingginya passing grade Prodi Pendidikan Dokter UGM yang sudah tentu banyak peminatnya. Namun, ibunya terus meyakinkan pilihan Wiskha . “Awalnya ia sempat ragu, tapi saya terus meyakinkannya bahwa ia mampu masuk pendidikan dokter,” tambah Dwi.

Meski sebelumnya Wiskha sempat gagal masuk pendidikan dokter UGM lewat jalur SNMPTN, hal tersebut tidak membuatnya menyerah dan kemudian memutuskan mengikuti SBMPTN. Wiskha pun akhirnya lolos lewat jalur SBMPTN. “Waktu tidak diterima SNMPTN, kemudian saya belajar giat lagi supaya dapat lolos di tes SBMPTN. Alhamdulillah, lewat jalur SBMPTN akhirnya saya diterima di pendidikan dokter UGM,” jelas Wiskha.

Saat ini,  Whiska tengah berusaha untuk mendapatkan beasiswa Bidikmisi agar dibebaskan dari biaya perkuliahan. Pasalnya, dengan pengahasilan yang ayahnya dapat sekarang, jangankan untuk biaya kuliah, untuk biaya sehari-hari saja sudah pas-pasan. “Saya sedang mengumpulkan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk persyaratan beasiswa bidikmisi. Semoga saya dapat diterima sehingga meringankan beban orang tua,” ujar Whiska.

Ibu Wiskha berharap kelak ilmu yang didapat Whiska dapat berguna untuk orang banyak khususnya adik Whiska. Penyakit yang diderita adik Whiska turut menjadi motivasi Whiska untuk masuk pendidikan dokter. Adik Whiska selama ini harus melakukan pengobatan jangka panjang terkait sakit pada saraf perut yang diderita adiknya. “Semoga kelak Whiska dapat merawat adiknya yang selama ini sakit dengan ilmu yang ia dapatkan,” ungkap Dwi.

Senada dengan istrinya, Sus berharap Whiska tidak hanya berguna bagi keluarga dan orang banyak melainkan juga dapat mengubah derajat keluarganya menjadi lebih baik dengan ilmu yang dia miliki. “Bagi saya yang terpenting dapat berguna bagi orang banyak, itu saja sudah cukup,” tambah Sus. (Humas UGM/Catur;foto: Donnie)

http://ugm.ac.id/id/berita/12060-impian.anak.pemulung.menjadi.dokter?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

Pertanianku — Bisnis peternakan ayam selalu menjadi incaran peternak pemula. Kin [...]

Pertanianku — Berkebun merupakan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat untuk [...]

Pertanianku — Hortikultura diartikan sebagai tanaman kebun. Biasanya, tanaman ya [...]

Pertanianku — Ada berbagai cara mengupas kiwi yang bisa Anda lakukan sebelun men [...]

Pertanianku — Proses pematangan mangga seringkali belum sempurna ketika buah ini [...]

Pertanianku — Kolam ikan akan lebih hidup jika ditambahkan dengan tanaman hias a [...]

Pertanianku — Fenomena harga cabai yang melambung tinggi terjadi lagi. Ikatan Pe [...]

Pertanianku — Komoditas perkebunan memiliki kontribusi besar dalam peningkatan e [...]

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) menilai, pupuk menjadi kunci kema [...]

Pertanianku — Beragam jenis tanaman buah biasa dibudidayakan dengan berbagai car [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds