Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Drg Madya Putri Andang Wahyuni | binaswadaya.org      

Drg Madya Putri Andang Wahyuni

“Mengangkat Derajat Kaum Berkebutuhan Khusus dengan Kerajinan Tangan”  

Dengan background dokter gigi, ibu satu ini memberanikan diri untuk terjun ke dunia crafting  setelah mengalami beberapa kegagalan dalam usaha. Pada dua tahun terakhir ini dia sudah fokus dengan crafting menggunakan goni, sebelumnya dengan perca dan bahan-bahan lain. Dengan terfokusnya kegiatan yang dibantu dengan kedua anak-anaknya dan para pekerja-pekerjanya, crafter ini menjadi juara di DKI Jakarta.

Dokter ini masih bisa dibilang masih junior bila dibandingkan dengan para crafter lainnya, usahanya masih berumur hampir 3 tahun.  Dan termasuk orang baru di Jakarta, baru 6 tahun dalam dunia usaha  tapi sudah membawa keberuntungan bagi Jakarta. Berasal dari Surabaya sebagai dokter gigi, kemudian pindah ke Jakarta Selatan. Memulai usahanya dari nol kecil hingga seperti sekarang.

Kegiatan ini bermula dari anaknya, yang bersekolah di SLB dengan keterbatasan. Dan dia berpikir kemana akhirnya anak-anak ini, apa masa depannya? Kalo tidak berpikiran seperti itu, mungkin anak-anak itu terpaksa di rumahkan dan pasti kekurangan pengetahuan.

Membimbing anak-anak tersebut, dokter gigi ini memberikan tenaga dan knowledge super ekstra. Meninggalkan profesi demi membantu anak-anak ini. Dengan pengakuan dari ibu Madya, dia merasa kalah dengan anak asuhnya.  Anak asuhnya lebih peka dengan craft dan menjadi seni yang begitu berharga dari barang-barang yang sudah terbuang.

Apa yang sudah kamu buat dengan barang bekas, sampah dan membuatnya berharga lagi? Apalah arti karung goni buat kita, hanya menjadi sampah semata yang kosong artinya tak berharga. Dengan bermodalawal 5 juta rupiah, dia merubah sampah tersebut menjadi berharga. Tas jinjing wanita, tutup gallon air, taplak meja dan banyak lagi dan semua itu dari kain goni. Kerajinan tangan yang sangat ramah lingkungan.

Lahir di Jember 15 Oktober 1963, saat ini bertempat tinggal di Jalan Tanjung Barat Selatan Gang 100 No. 16 A Exclusive Townhouse Kav. 12A RT 005 RW 001 yang juga dijadikan tempat usaha/workshop handycraft berbahan baku karung goni dan kain perca.

Dengan dukungan dari dua orang anaknya, ibu ini mempunyai 5 orang karyawan yang semuanya merupakan orang berkebutuhan khusus atau disebut tuna wicara/tuna rungu. Ya…karyawannya tidak bisa berbicara, dan hanya menggunakan sandi tangan untuk berkomunikasi. Ke lima orang karyawannya ini merupakan lulusan dari SLB 2 Lenteng Agung yang di rekrut dan dilatih untuk membuat kerajinan tangan dari bahan limbah karung goni dan kain perca.

Usaha membuat kerajinan tangan ini ditekuni sejak awal tahun 2011, yang sebelumnya dia menekuni usaha kuliner dengan membuat naget ayam yang ramah lingkungan yang dikerjakan sendiri waktu masih tinggal di Surabaya bersama almarhum suaminya.

Saat pindah ke Jakarta, suaminya meninggal karena kanker (ibu Andang sempat berpesan untuk hidup sehat dan berhati-hati dengan kesehatan), oleh karena itu ibu Andang menjadi single parent untuk dua anaknya. Anak pertamanya perempuan kuliah di Perhotelan dan anak keduanya laki-laki yang berkebutuhan khusus dan bersekolah di SLB 2 Lenteng Agung. Dari sinilah ide usaha kerajinan tangan ini berawal…

Berlatar belakang rasa prihatin dengan masa depan anaknya dan temantemannya yang bersekolah di SLB 2 Lenteng Agung, ibu dokter ini memikirkan apa yang bisa membuat anak-anak ini memperoleh sesuatu untuk bekal hidup mereka di masyarakat nanti setelah lulus.

Usaha ini di inspirasi oleh kedua anaknya yang melihat karung goni banyak terbuang di perkebunan kopi di Jawa Timur saat melakukan liburan. Anaknya itu bilang sama mamanya “lihat ma,… karung2 itu bisa dipakai untuk bahan kerajinan tangan ya…?”

Anak-anak adalah dekat dengan dunia bermain, dan bagaimana memperoleh mainan yang berguna bagi belajar di sekolah. Atas dasar itu ibu Andang mempelajari beberapa buku tentang kerajinan tangan dan pada saat yang sama ketika anak-anak SLB diajak melihat tempat bermain dan belajar “Wisata Agro Sapi Perah Saung Istana Susu CIBUGARY, Jakarta Timur” ibu ini mendapat ide untuk membuat aneka kerajinan tangan yang berhubungan dengan model sapi.

Inilah yang pertama kali membuat kerajinan tangan yang berbahan dasar kain flanel segala macam yang berhubungan dengan bentuk sapi, boneka kecil, gantungan kunci, kepala pensil dan ballpoin, tempat tissue, dll semua hiasan yang berbentuk sapi. Saat pembuatannya dibantu oleh anak2 yang bersekolah di SLB yang dipilih mempunyai prestasi dan bisa di latih untuk membuat kerajinan tangan tersebut.

Dari sinilah kemudian ibu Andang dikenal oleh ibu-ibu PKK di wilayah RW 001, dan dia dijadikan ketua kelompok kerajinan, yang diberi nama Pokpel REGI’S di wilayahnya. Melalui kelompok PKK ini, ibu Andang mengikuti berbagai pelatihan tentang wira usaha dengan Cibugary, managemen usaha, KUR dan HAKI, pelatihan kemasan, pelatihan packing & labeling dan pelatihan peningkatan produktivitas tenaga kerja.  Support dari wilayahnya (ibu-ibu PKK wilayah RW 001) juga membuat dia bersemangat untuk selalu mengembangkan diri dan model kerajinan tangan.

Pihak Kalurahan, Kecamatan, Walikota dan Propinsi juga support dengan mengajak pameran dan membawa produk-produknya sebagai souvenir dan dipamerkan di dalam dan luar negeri (Amsterdam, Dubai, China dll) dibawa para pejabat yang lagi kunjungan ke luar negeri.

Seiring berjalannya waktu, kerajinan tangan hasil dari anak-anak lulusan SLB ini dikenal dengan mengikutsertakan hasil kerajinan tangan dalam pameran-pameran atas nama wilayah RW 001, Kalurahan, Kecamatan bahkan Walikota. Dan saat ini dipersiapkan untuk pameran dan lomba tingkat propinsi mewakili DKI dengan menampilkan kerajinan tangan dengan design khas “BETAWI”

Untuk pengembangan usaha memang diperlukan alat-alat kerja. Saat ini hanya mempunyai satu mesin jahit kain tebal yang digunakan oleh salah satu karyawannya. Dan ini tidaklah cukup jika ada permintaan yang dalam jumlah banyak. Oleh karena itu jika ada order yang banyak maka dia bermitra dengan penjahit, anak-anak lulusan SLB 2 Lenteng Agung dan Santi Rama untuk membuat kerajinan tangan tersebut.

Untuk masalah bahan baku, untuk saat awal kesulitan dalam penanganan karung goni yang masih kotor dan belum diolah (proses pencucian memerlukan waktu lama). Saat ini bekerjasama dengan produsen “Gulaku” untuk memperoleh karung goni. Dari produsen ini bisa mendapatkan karung goni yang bersih dan hanya tinggal sekali saja untuk dicuci dan disetrika

Kelengkapan peralatan yang masih sangat sederhana dengan satu mesin jahit dan obras dan ketrampilan SDM yang terus harus ditingkatkan melalui pelatihan-pelatihan

Untuk bahan baku kain perca, tidak ada permasalahan yang berarti karena ada instruksi dari pak Camat untuk mensupport kegiatan ini dari penjahitpenjahit sekitar wilayah kecamatan untuk memberikan kain perca ke kelompok ini.

Untuk kain yang memerlukan bahan yang panjang, misalnya kain selendang dan kain batik motif tertentu, di lakukan pembelian bahan yang merupakan bahan sortiran atau “BS” atau sering disebut barang “REJECT” untuk mendapatkan bahan dengan harga yang murah.

 Dampak

Anak-anak yang berkebutuhan khusus mempunyai masa depan, menjadi anak yang mandiri, bermanfaat bagi keluarga dan lingkungannya melalui karya-karya yang dihasilkannya. Mereka mempunyai self-confidence yang tinggi untuk ikut dalam berbagai kegiatan baik pameran, menjual produk yang dihasilkan sendiri dan dalam kegiatan diskusi kelompok. Disamping itu membantu dalam penanganan limbah kain sisa-sisa potongan konveksi/penjahit di lingkungannya dan sekitar

Lingkungan sangat mendukung, dengan berbekal dari pelatihan yang dilakukan oleh ibu Andang ke ibu2 PKK, mereka mencoba membuat kerajinan tangan dan dititipkan saat ibu ini ikut di perbagai acara pameran seperti di Inacraft, PON, dan event-event pameran CSR perusahaan.

Mengangkat nama baik wilayah, Kalurahan, Kecamatan, Walikota danbahkan saat ini dipersiapkan untuk lomba tingkat Propinsi.

 Peluang dan tantangan

Pemasaran belum maksimal. Masih dari mulut ke mulut, pameran ke pameran. Saat ini pasar masih sangat terbuka, apalagi jika menyasar pada wisatawan dalam dan luar negeri yang suka dengan barang-barang yang etnis, mempunyai nilai seni dan menarik karena menggunakan bahan-bahan yang khas (seperti karung goni, mendong, kain perca warna warni dll)

Menghadapi AFTA 2015, pasar global era Go Green Save the Earth, terus mengembangkan produk-produk yang semakin kreatif dan innovatif berbasis produk berkualitas dengan nilai manfaat, nilai seni dan nilai jual yang bisa terjangkau.

Melebarkan dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi anak-anak berkebutuhan khusus melalui pelatihan anak-anak berkebutuhan khusus melalui pelatihan, pendidikan, pembinaan sehingga mutu kualitas edukasi dan skill mendapat apresiasi setara seperti anak-anak normal pada umumnya.

Kerajinan tangan ini dibuat oleh nak anak dari lulusan SLB saja bisa, apalagi kalau dikerjakan oleh orang-orang yang normal sempurna, maka akan bertambah lagi peluang usaha bagi mereka yang mempunyai niat dan keinginan untuk berwira usaha.

Tantangannya adalah, perlu dan seharusnyalah mempunyai mitra yang peduli dengan kegiatan ini sebagai bapak asuh/bapak binaan untuk meningkatkan produktivitas, mumpuni dalam pasar lokal maupun internasional

Memiliki galeri dan workshop di seluruh wilayah strategis (yang berhubungan dengan anak2 berkebutuhan khusus)

Pertanianku — Beragam jenis makanan sehat banyak menjadi asupan pada saat seseor [...]

Pertanianku — Menghilangkan bekas getah pisang pada baju cukup sulit dilakukan. [...]

Pertanianku — Jeruk memiliki keunikan rasa manis dan asam yang membuatnya terasa [...]

Pertanianku — Bawang merah dan cabai merupakan dua jenis tanaman yang bernilai e [...]

Pertanianku — Ayam arab adalah ayam jenis petelur unggul yang banyak diidolakan [...]

Pertanianku — Tanaman bunga kerap dijadikan tanaman penghias pekarangan rumah. N [...]

Pertanianku — Trik menyimpan buah pisang bisa diterapkan agar buah ini bisa disi [...]

Pertanianku — Buah plum digemari karena dipercaya bisa membantu menurunkan berat [...]

Pertanianku — Biasanya, konsumen menyukai membeli buah yang belum terlalu matang [...]

Pertanianku — Penyakit tular tanah terdiri atas berbagai jenis jamur, bakteri, n [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds