Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
BUM Desa Bisa Belajar Mengolah Sampah dari Swedia | binaswadaya.org      

BUM Desa Bisa Belajar Mengolah Sampah dari Swedia

Bank sampah memang bukan isu baru dan sama sekali bukan hal baru, tetapi sampah adalah persoalan yang tiap hari datang dan datang lagi. Sebagai salahsatu kandidat unit usaha yang dilirik BUMDesa di banyak tempat, ada baiknya desa-desa belajar dari negeri Swedia.

Swedia adalah negara yang justru kekurangan sampah. Ya, negeri ini dikenal sangat maju dalam hal mengolah sampah. Seluruh sampah di negeri itu bahkan ludes diolah dengan kecanggihan teknologi mereka. Sampah diubah menjadi energi untuk mencukupi jutaan rumah tangga di negeri di Eropa ini. Akibatnya, mereka kekurangan sampah untuk diolah dan harus impor dari negara lain. Setidaknya setiap tahun mereka mengimpor hampir 800 ribu ton sampah!

Begitu tinggi kesadaran warga Swedia soal sampah sehingga seluruh sampah yang mereka hasilkan semuanya diolah menjadi sumber energi. Sisa yang tidak bisa diolah dimusnahkan sehingga tidak perlu meninggalkan polusi. Jadi, tak perlu dibayangkan seperti apa kebersihan lingkungan di seluruh penjuru negeri beribukota Stockholm itu.

BUMDesa sesungguhnya bisa menjadikan ini sebagai contoh. Sampah warga desa yang selama ini masih berceceran sembarang tempat bisa dijadikan barang baku yang bisa menjadi penghasilan. Jika diolah dengan baik, BUMDesa bahkan bisa membeli sampah yang dihasilkan warganya. Daripada dibuang ke sungai dan mencemari kali atau teronggok di tempat penampungan mencemari tanah dan menimbulkan aroma yang ‘wow’ itu. Bukankah sebaiknya dipilah, dibersihkan dan diolah sehingga mengasilkan rupa-rupa kegunaan.

Tentu saja pertama harus digalakkan kesadaran pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah tangga dengan tidak membuang sampah secara sembarangan. Tetapi tidak cukup disitu, masyarakat harus diajari cara memisahkan sampah organik, non organik dan jenis lainnya. Sampah plastik bisa didaur ulang dan dijadikan biji plastik. Jenis organik dapat diolah menjadi pupuk. Jadi, yang plastik bisa dijual, pupuk bisa menyuburkan tanah.

Bayangkan jika semua orang paham bahwa sampah bisa dirubah menjadi uang. Betapa banyak hal baik yang akan terjadi pada masyarakat kita, lingkungan menjadi bersih dan malah mendapat penghasilan dari menjual sampah. Jika digarap serius, BUMDesa bisa membangun bank sampah ini. Termasuk sampah seperti jelantah atau minyak goreng habis pakai. Bayangkan jika setiap rumah di satu desa mengumpulkan minyak jelantah mereka dan menyetorkanya untuk dibersihkan dan hasilnya bisa dipakai untuk beragam kegunaan, termasuk sabun.

Dibanding jenis usaha lainnya, ada dua keuntungan sekaligus yang bisa didapat dari usaha mengolah sampah. Pertama, keuntungan berupa benefit alias keuntungan tidak dalam bentuk uang. Jika gerakan kesadaran sudah kuat maka terciptalah lingkungan yang bersih di seluruh penjuru desa. Ini tidak hanya akan membuat mata memandang indah ke seluruh sudut tempat tinggal melainkan juga bakal menekan ancaman berbagai penyakit. Sampah hilang beragam penyakit juga lenyap, kesehatan masyarakat meningkat. Bukankah biaya menjaga kesehatan sangat besar, apa yang lebih penting selain memiliki tubuh yang sehat?

Kedua keuntungan material alias pendapatan dalam bentuk uang. Bank sampah akan menghasilkan uang dan bisa dikembalikan pada para pemilik sampah yang menyetorkannya. Bayangkan saja jika Anda bisa mendapatkan penghasilan justru dari sampah yang Anda punya. Ketiga, menciptakan lapangan kerja bagi warga desa dari mulai petugas yang mengambil sampah dari rumah ke rumah, petugas administrasi hingga para pengolah sampah di tempat sampah di olah. Bukankah berderet keuntungan sudah menanti? Jadi BUMDesa menunggu apa lagi?

Sumber: http://www.berdesa.com

Sumber gambar: https://sweden.se

 

Pertanianku — Cara memberantas rumput liar sebenarnya mudah. Tetapi, jenis gulma [...]

Pertanianku — Apakah Anda salah satu pencinta tanaman kaktus hias? Tanaman yang [...]

Pertanianku — Tanaman hias tak hanya diletakkan di taman ataupun sudut ruang tam [...]

Pertanianku — Bisnis peternakan ayam selalu menjadi incaran peternak pemula. Kin [...]

Pertanianku — Berkebun merupakan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat untuk [...]

Pertanianku — Hortikultura diartikan sebagai tanaman kebun. Biasanya, tanaman ya [...]

Pertanianku — Ada berbagai cara mengupas kiwi yang bisa Anda lakukan sebelun men [...]

Pertanianku — Proses pematangan mangga seringkali belum sempurna ketika buah ini [...]

Pertanianku — Kolam ikan akan lebih hidup jika ditambahkan dengan tanaman hias a [...]

Pertanianku — Fenomena harga cabai yang melambung tinggi terjadi lagi. Ikatan Pe [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds