Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Bina Swadaya bersama masyarakat menanam rumput vertiver di Setu Tipar | binaswadaya.org      

Bina Swadaya bersama masyarakat menanam rumput vertiver di Setu Tipar

Percontohan penanaman vertiver, terlaksana pada tanggal 3 Maret 2016. Setu Tipar yang masuk dalam wilayah Mekarsari menjadi tempat program percontohan vertiver karena wilayahnya dekat dengan Bina Swadaya. Kegiatan bersama masyarakat sekitar Setu Tipar dilakukan setelah sosialisasi bersama RT dan RW setempat di ruangan Cendana, Wisma Hijau.

Irma merasa berada dijalan benar untuk mengangkat potensi rumput vertiver menjadi sebuah gerakan bersama Bina Swadaya. Niat baik ini disambut positif oleh Bambang Ismawan yang tertarik terhadap potensi besar yang dihasilkan rumput ajaib ini. “Saya berharap kesini, Trubus bisa jadi lokomotifnya”, ucap Irma.

Menurut Irma, akar wangi dengan vertiver memiliki perbedaan, “kalau akar wangi untuk diambil minyaknya, kalau ini sistem bio enginering yang tanamannya tidak dipanen, sebagai konservasi”, katanya.

Evy, Direktur majalah Trubus yang turut hadir dalam pertemuan sebelumnya memberikan respon positif terhadap pengembangan rumput vertiver di polybag. Menurutnya dengan cara yang praktis pembaca dapat melakukan hal yang sama dengan mudah. Dengan majalah Trubus, penerapan rumput vertiver bisa dipromosikan secara nasional.

Mendalami gerakan lebih lanjut dengan rumput vertiver, Bina Swadaya membeli sebanyak 1000 bibit vertiver yang ditanam di Wisma Hijau dan Setu Tipar. Menurut Emil, Direktur Wisma Hijau, Vertiver di Wisma dan Setu Tipar diupayakan sebagai percontohan yang akan dilakukan di lokasi lainnya.

Kerjasama dengan komunitas Ciliwung juga direncanakan masuk dalam pengembangan rumput vertiver di wilayah pinggiran sungai Ciliwung. Besar harapan vertiver bisa menjadi solusi program Gubernur Ahok untuk merevitalisasi sungai Ciliwung.

Rumput Vertiver

Rumput vetiver adalah tanaman tropis sejenis rumput-rumputan berukuran besar yang memiliki banyak keistimewaan, di Indonesia dikenal sebagai akar wangi (Vetiveria zizanioides) atau usar (Vetiveria nemoralis).

bibit-vertiver

Penerapan teknologi rumput vetiver dalam stabilitas lereng atau tebing jalan sangatlah mudah, praktis dan murah. Ini dikarenakan teknologi ini hanya membutuhkan tingkat perawatan yang rendah (low maintenance), sangat efektif dalam konservasi air dan tanah, mengendalikan endapan, menstabilkan dan rehabilitasi tanah, dan pastinya ramah lingkungan.

Beberapa negara yang sudah memanfaatkan rumput retiver adalah Australia, Brazil, India, Vietnam, Haiti, Kepulauan Reunion, Honduras, Guatemala, Meksiko, Dominika, Thailand, Indonesia, dan masih banyak lagi.

Keunggulan lain dari rumput vertiver adalah, tahan terhadap hama, penyakit, dapat tumbuh lebih cepat akibat kebakaran, hidup di tanah gersang atau tandus, dapat tumbuh di pH tanah 3,3-12,5 & iklim ekstrim -14”C-55 “C, bisa tumbuh di air, menyerap racun dan logam berat, daun untuk pakan ternak yang sehat, dan menghilangkan bau.

Rumput Vetiver sudah terbukti dalam mengatasi masalah dalam stabilisasi lereng. Selain itu, bila dikombinasikan dengan menggunakan rumput bahia (rumput gajah), tingkat erosi pada lereng dapat mencapai 0%. Hal ini didukung dengan berhasilnya pengujian Teknologi Rumput Vetiver di Tol Cipularang dan Cicalengka Nagrek.

Vertiver System

Vetiver Sistem adalah penerapan bioteknologi rumput Vetiver (Vetiveria zizanioides). Pertama kali dikembangkan oleh Bank Dunia untuk konservasi tanah dan air di India pada pertengahan tahun 1980.

Vetiver sistem didasarkan pada penggunaan rumput vetiver untuk berbagai aplikasi pengendalian erosi dan stabilisasi lahan. Vetiver sistem sangat efektif dalam mengendalikan erosi lereng perbukitan dan potongan tebing pinggiran jalan seperti pengendalian longsor, di mana telah digunakan untuk menggantikan tata permukaan strip tanaman, di substitusi kontur tebing dan distabilisasi selokan.

lereng-setu

Pengendalian erosi dan pengendalian sedimen di lereng-lereng curam sebagai teknik Bio Engineering berhasil digunakan untuk bangunan penahan yang curam, stabilisasi konstruksi pada jalan raya dan kereta api, dan perlindungan infrastruktur tambang, seperti sebagai lereng curam pada tebing bagian luar bendungan.

Vetiver sistem dalam Bio Engineering akan sangat baik jika dimasukkan atau dikombinasikan dalam kegiatan Civil Engineering. Sebagai sebuah pembangunan yang lebih murah, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dampak dari penerapan Bioenginering Vetiver system di Indonesia tergambar dari hasil penelitian pada jalan tol Cipularang dan Cicalengka Nagrek. Vetiver memiliki sifat pertumbuhan tidak menyebar, tetapi ke atas, ditanam secara horizontal terhadap lereng yang berfungsi sebagai kolom penahan erosi. Dengan Vetiver sistem biaya yang bisa dihemat bisa mencapai 50 – 60% dari biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan konvensional

foto-bareng

Pertanianku — Saat memakan buah apel, umumnya kita membuang bagian kulit, teruta [...]

Pertanianku — Hari raya Idul Adha identik dengan daging kurban. Biasanya, kita a [...]

Pertanianku — Beragam jenis makanan sehat banyak menjadi asupan pada saat seseor [...]

Pertanianku — Menghilangkan bekas getah pisang pada baju cukup sulit dilakukan. [...]

Pertanianku — Jeruk memiliki keunikan rasa manis dan asam yang membuatnya terasa [...]

Pertanianku — Bawang merah dan cabai merupakan dua jenis tanaman yang bernilai e [...]

Pertanianku — Ayam arab adalah ayam jenis petelur unggul yang banyak diidolakan [...]

Pertanianku — Tanaman bunga kerap dijadikan tanaman penghias pekarangan rumah. N [...]

Pertanianku — Trik menyimpan buah pisang bisa diterapkan agar buah ini bisa disi [...]

Pertanianku — Buah plum digemari karena dipercaya bisa membantu menurunkan berat [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds