Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Bappenas, ILO Dan TNP2K Perkuat Jejaring Lapangan Kerja Bagi Kaum Muda | binaswadaya.org      

Bappenas, ILO Dan TNP2K Perkuat Jejaring Lapangan Kerja Bagi Kaum Muda

Jumlah penduduk usia produktif di Indonesia akan mencapai 2/3 dari total jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2020. Rahma Iryanti, Deputi Bidang Kemiskinan, Ketenagakerjaan dan Usaha Kecil Menengah, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menegaskan bahwa pemerintah memberikan fokus utama dalam RPJMN 2015-2019 pada pentingnya konsolidasi pembangunan dengan mengutamakan keunggulan kompetitif ekonomi, terutama pada sumber daya alam yang tersedia, sumber daya manusia yang berkualitas tinggi, dan kemampuan teknologi.

Hal tersebut disampaikannya pada Lokakarya Kebijakan dan Program Lapangan Kerja Kaum Muda di Indonesia: Jalan ke Depan, yang diselenggarakan Bappenas, TNP2K, dan ILO, yang didukung oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan, Australia, di Hotel Le Meridien, Jakarta (25/9).

Sementara itu, Peter van Rooij, Direktur Organisasi Buruh Internasional (ILO) untuk Indonesia dan Timor Leste, mengingatkan Pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan jumlah usia produktif tersebut agar menjadi Bonus Demografi. “Jika angkatan kerja muda tidak diperhatikan dan dipersiapkan kemampuan dan keahliannya, maka sebaliknya akan menjadi beban bagi anggaran negara,” ujar Peter.

Permasalahan Tenaga Kerja Muda di Indonesia adalah pada kurangnya pengenalan dan pemahaman mereka mengenai lingkungan kerja serta tidak memiliki keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha. Para tenaga kerja muda menjadi tidak mampu bersaing, sehingga cenderung bersaing menjadi tenaga kerja murah. Hal tersebut dapat ditanggulangi dengan memperkenalkan suasana dan lingkungan kerja pada usia sekolah, dengan cara mengintegrasikan keterampilan kerja ke dalam kegiatan sekolah serta mensinergikan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha.

Ari Perdana, Kepala Kelompok Kerja UKM dan Ketenagakerjaan, TNP2K, mengatakan bahwa saat ini banyak kaum muda yang tidak masuk dalam sektor formal karena tidak memiliki kapasitas dan kemampuan yang dibutuhkan dunia usaha. Banyak di antara mereka yang akhirnya menjadi tenaga kerja murah. “Bahkan para lulusan sarjana atau diploma tiga pun ikut bersaing di bidang pekerjaan semacam satpam, supir, dan lain lain. Hal tersebut membuat tenaga kerja lulusan SMA ke bawah menjadi semakin sulit bersaing mendapatkan pekerjaan,” kata Ari.

Meskipun banyak hal sudah dilakukan pemerintah, organisasi masyarakat madani, maupun dunia usaha tapi belum dapat menyelesaikan persoalan. Ari menekankan perlunya identifikasi program dan kebijakan yang sudah atau belum disusun maupun dilaksanakan agar dapat dikoordinasikan dan disinergikan satu dengan lainnya. “Untuk itulah diperlukan suatu forum yang dapat mensinergikan dan mengkoordinasikan program-program dan kebijakan terkait tenaga kerja muda,” tambah Ari.

Sehubungan dengan itu pemerintah telah mendirikan Jejaring Lapangan Kerja Bagi Kaum Muda Indonesia (Indonesian Youth Employment Network/IYEN) yang merupakan forum koordinasi lintas sektor. “Indonesia menjadi percontohan di kawasan Asia dan sekitarnya dalam pengembangan jejaring semacam ini,” kata Matthieu Cognac, Spesialis Ketenagakerjaan Kaum Muda, Kantor ILO Regional Asia Pasifik.

Lokakarya tersebut menyajikan beberapa diskusi panel yang menghadirkan pembicara ahli dari berbagai kementerian dan organisasi masyarakat madani terkait  serta ILO, termasuk Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Asosiasi Pengusaha Indonesia, Kesatuan Serikat Buruh Seluruh Indonesia, dan lain-lain. Turut hadir sebagai pembicara, Ir. Khairil Anwar, Direktur Jendral Pembinaan, Pelatihan dan Produktivitas, Kemnakertrans, dan Laura Brewer, Spesialis Senior bidang Tenaga Kerja Muda, ILO Jenewa.

Sumber : http://www.tnp2k.go.id/id/artikel/bappenas-ilo-dan-tnp2k-perkuat-jejaring-lapangan-kerja-bagi-kaum-muda/

Pertanianku — Fenomena harga cabai yang melambung tinggi terjadi lagi. Ikatan Pe [...]

Pertanianku — Komoditas perkebunan memiliki kontribusi besar dalam peningkatan e [...]

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) menilai, pupuk menjadi kunci kema [...]

Pertanianku — Beragam jenis tanaman buah biasa dibudidayakan dengan berbagai car [...]

Pertanianku — Cara menyuburkan tanah bisa dilakukan dengan pemberian pupuk. Sela [...]

Pertanianku — Penggunaan bahan alami untuk menyuburkan tanah sudah digunakan sej [...]

Pertanianku — Bagaimana trik agar jagung manis berbuah lebat? Ya, siapa yang tid [...]

Pertanianku — Ada beberapa jenis anggur yang tersebar di seluruh dunia. Salah sa [...]

Pertanianku — Bisnis beternak ayam kampung sangat menjanjikan. Bagaimana tidak? [...]

Pertanianku — Sejak dulu, daun jambu biji dipercaya dapat mengatasi diare. Untuk [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds