Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
APKLI Minta BUMN Berdayakan PKL | binaswadaya.org      

APKLI Minta BUMN Berdayakan PKL

Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menata dan memberdayakan PKL di seluruh Indonesia melalui dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang jumlahnya sangat signifikan, yakni 2 persen dari laba per tahun.

“Kapasitas PKBL BUMN cukup besar untuk menata dan berdayakan PKL di seluruh Indonesia,” kata Ketua Umum DPP APKLI, Ali Mahsun, di Jakarta, Minggu (7/12).

Menurut Ali, seharusnya PKL bisa mengakses dana PKBL BUMN yang jumlahnya sekitar Rp 15 trilyun per tahun untuk modal usaha. Selain itu, hampir Rp 1 trilyun per tahun dana bina lingkungan BUMN yang bisa digunakan untuk penataan kawasan dan meningkatkan kapasitas building PKL.

“Namun, realita di lapangan, hingga saat ini masih jauh panggang dari api. Lantas ke mana dana PKBL BUMN dialokasikan selama ini? APKLI berharap BUMN segera menjelaskan secara transparan soal tata kelola dana PKBL BUMN kepada masyarakat,” tandas Ali.

APKLI mensinyalir sekitar Rp 9,26 trilyun dana PKBL BUMN rawan terjadi penyimpangan dalam kurun waktu enam tahun terkahir, yakni 2007-2013 sesuai pernyataan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rizal Djalil, Juni lalu.

Selain tata peraturan dan perundang-undangan yang mengatur penggunaan dana PKBL BUMN tidak tegas dan abu-abu, realita di lapangan seringkali hanya retorika belaka. Sangat sedikit yang konkret, kecuali Pameran UKM Binaan BUMN. Namun ini pun merupakan reduplikasi setiap tahunnya.

Pengelolaan dana PKBL BUMN yang tidak efektif dan kurang transparan di masa lalu harus dihentikan dan tak boleh terulang lagi. Ke depan, pemerintah (BUMN) harus transparan, efektif, dan lebih serius mengelola dana PKBL BUMN, khusunya yang dialokasikan untuk menata dan berdayakan PKL, dan menyudahi retorika pencitraan.

Dana program kemitraan BUMN yang jumlahnya sekitar Rp 15 trilyun itu cukup besar dan dapat dialokasikan untuk kredit tanpa agunan (KTA) bagi 3-7,5 juta orang PKL dengan plafon KTA Rp 2-5 juta per orang. Lebih dari itu, KTA modifikasi grameen bank sudah terbukti efektif mendongkrak modal dan pengembangan usaha PKL.

Atas dasar itu, untuk menghadapi era pasar bebas mendatang, efektifitas alokasi dana kemitraan BUMN untuk modal dan pengembangan PKL harus jelas, karena sangat vital dan strategis agar mereka mampu survival dan bersaing di era AEC 2015 dan pasar tunggal dunia 2020.

“APKLI mendesak pemerintah agar mengelola dana PKBL BUMN lebih efektif, tepat sasaran, dan transparan, dan mengalokasikan untuk menata dan berdayakan PKL,” tandas Ali.

Menurutnya, jika pemerintah atau BUMN mempunyai political will, APKLI siap menjadi mitra strategis BUMN (pemerintah) dalam meningkatkan efektifitas penggunaan dana PKBL BUMN yang dialokasikan untuk menata dan memberdayakan PKL.

KTA Modifikasi Grameen Bank berbasis komunitas PKL (selektif dan tanggung jawab gandeng renteng) dengan pendampingan dan syaratkan 4 kriteria PKL penerima kredit: berani, disiplin, kerja keras, dan miliki solidaritas tinggi merupakan salah satu solusi konkrit tingkatkan modal dan pengembangan usaha PKL yang berasal dari dana program kemitraan BUMN.

Demikian pula, APKLI menjamin efektifitas dana bina lingkungan BUMN untuk menata kawasan dan upgrade kapasitas building PKL di seluruh Tanah Air. Jika hal tersebut dapat terwujud, maka BUMN buktikan peran nyata dalam penguatan ekonomi dan mata pencarian rakyat demi tegaknya kedaulatan ekonomi bangsa, prasyarat kokohnya eksistensi dan keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Hal ini merupakan sebuah keniscayaan di tengah hiruk pikuk ancaman disintegrasi bangsa akhir-akhir ini,” kata Ali.

Sumber : http://www.gatra.com/ekonomi-1/107374-apkli-minta-bumn-berdayakan-pkl.html

Pertanianku — Saat memakan buah apel, umumnya kita membuang bagian kulit, teruta [...]

Pertanianku — Hari raya Idul Adha identik dengan daging kurban. Biasanya, kita a [...]

Pertanianku — Beragam jenis makanan sehat banyak menjadi asupan pada saat seseor [...]

Pertanianku — Menghilangkan bekas getah pisang pada baju cukup sulit dilakukan. [...]

Pertanianku — Jeruk memiliki keunikan rasa manis dan asam yang membuatnya terasa [...]

Pertanianku — Bawang merah dan cabai merupakan dua jenis tanaman yang bernilai e [...]

Pertanianku — Ayam arab adalah ayam jenis petelur unggul yang banyak diidolakan [...]

Pertanianku — Tanaman bunga kerap dijadikan tanaman penghias pekarangan rumah. N [...]

Pertanianku — Trik menyimpan buah pisang bisa diterapkan agar buah ini bisa disi [...]

Pertanianku — Buah plum digemari karena dipercaya bisa membantu menurunkan berat [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10000 milliseconds