Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Apa Adanya Jokowi, Kekuatan yang Berakar dari Kesederhanaan | binaswadaya.org      

Apa Adanya Jokowi, Kekuatan yang Berakar dari Kesederhanaan

Kesederhanaan itu bernama Joko Widodo. Berasal dari rakyat biasa, tapi kini menjadi orang nomor satu di republik tercinta, Indonesia. Dia membalikkan keadaan, di mana pemimpin negeri semestinya mentereng, dengan pengawalan ketat, baju mahal dan mewah ala pejabat. Jokowi, dia biasa disapa, nyaris selalu mengenakan baju putih berharga tak lebih dari Rp150.000. Sepatu yang dia kenakan ya itu-itu saja.

Kesederhanaan itu sampai hari ini masih konsisten, alamiah, dan tak mengada-ada. Dalam sebuah perjalanan di Tidore, misalnya masyarakat Tidore dibuat kagum dengan kesederhanaan Jokowi. Dia mengenakan pakaian sederhana dan sendal jepit menuju Mesjid Kesultanan Tidore untuk shalat Jumat pada 8 Mei 2015.

Padahal, semua perlengkapan dan kebutuhan Presiden sudah disiapkan protokoler kepresidenan. Kesultanan Tidore, juga telah menyiapkan perlengkapan sholat seperti kain sarung dan baju koko dengan bahan kain halus. Namun semua perlengkapan itu tak digunakan lantaran Presiden Jokowi memilih mengenakan jubah putih yang disiapkan untuk pemberian gelar oleh Sultan Tidore.

Aminudin, warga Tidore dibuat terkagum-kagum dengan kesederhanaan Sang Presiden. Belum lagi, selama kunjungannya, Jokowi menyapa dan menyalami masyarakat Tidore. Penilaian senada disampaikan Sultan Tidore Husain Sjah.

Menurut Husain, kesederhanaan Presiden Jokowi dapat berdampak positif terhadap upaya pembentukan perilaku hidup sederhana di masyarakat Tidore. (Tempo,9/5/2015)

Cerita tentang kesederhanaan Jokowi, juga bisa disaksikan saat menjadi penengah antara Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi. Pertemuan ketiganya, menyusul kisruh antara Ahok dan anggota DPRD DKI Jakarta yang sama-sama tak mau mengalah ketika membahas kisruh APBD 2015.

Suhu politik memanas di DKI Jakarta, seakan-akan nyaris tak bisa dipadamkan. Dan, pertemuan tertutup selama 1,5 jam di Istana Negara itu ditutup Jokowi, Ahok, dan Edi di teras belakang Istana Merdeka. Duduk sembari menyeruput teh, di kursi yang sederhana, di bawah naungan pohon yang teduh Jokowi seakan memberi pesan yang dalam.

Jokowi, yang mengenakan baju putih duduk santai dengan Ahok dan Edi di samping kirinya, mengundang para wartawan untuk mendengarkan konferensi pers ketiganya. Suasana berlangsung hangat, penuh kekeluargaan. Wartawan mengerubungi ketiganya. Ada yang berdiri, ada yang duduk. Siapapun tak akan menyadari bahwa pertemuan yang penuh keakraban itu baru saja membicarakan konflik politik yang mengguncang suasana harmonis pejabat di DKI Jakarta di simbol pemerintah yang paling tinggi, Istana Merdeka.

Pertemuan sederhana di teras belakang Istana Merdeka sarat dengan makna. Semua persoalan bisa diselesaikan, asal dengan kepala dingin, dan semua pihak mampu mengkomunikasikan setiap persoalan dengan baik. Lewat kesederhanaan sosok Jokowi dan kelihaiannya bernegosiasi ala budaya Jawa, kita menyaksikan sendiri ending dari kisruh APDB DKI Jakarta antara pemerintah dan anggota DPRD DKI Jakarta, selesai. Tak lagi terdengar gonjang ganjing kisruh APBD DKI Jakarta.

http://www.presidenri.go.id/kabar-presiden/hari-hari-presiden/1088.html

Pertanianku — Beragam jenis makanan sehat banyak menjadi asupan pada saat seseor [...]

Pertanianku — Menghilangkan bekas getah pisang pada baju cukup sulit dilakukan. [...]

Pertanianku — Jeruk memiliki keunikan rasa manis dan asam yang membuatnya terasa [...]

Pertanianku — Bawang merah dan cabai merupakan dua jenis tanaman yang bernilai e [...]

Pertanianku — Ayam arab adalah ayam jenis petelur unggul yang banyak diidolakan [...]

Pertanianku — Tanaman bunga kerap dijadikan tanaman penghias pekarangan rumah. N [...]

Pertanianku — Trik menyimpan buah pisang bisa diterapkan agar buah ini bisa disi [...]

Pertanianku — Buah plum digemari karena dipercaya bisa membantu menurunkan berat [...]

Pertanianku — Biasanya, konsumen menyukai membeli buah yang belum terlalu matang [...]

Pertanianku — Penyakit tular tanah terdiri atas berbagai jenis jamur, bakteri, n [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds