Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Anggaran Sektor Pertanian Hanya Separuh dari Biaya Perjalanan Pejabat | binaswadaya.org      

Anggaran Sektor Pertanian Hanya Separuh dari Biaya Perjalanan Pejabat

Pengamat ekonomi Didik J. Rachbini menilai, beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini sudah terlalu berat, lantaran belanja rutin pemerintah, dan subsidi.

“Kalau enggak dibenahi, Presiden yang baru enggak bisa bikin apa-apa karena tidak ada sisa (anggaran) untuk membangun,” kata anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) itu, ditemui usai diskusi, di Jakarta, Senin (28/4/2014).

Padahal, kata Didik, kebijakan APBN adalah kebijakan yang langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Saat ini negara tidak punya sisa anggaran untuk membangun berbagai infrastruktur karena pemerintah boros, seperti dalam hal perjalanan dinas, dan subsidi.

“Caranya ya harus diefisiensikan beban macam-macam ini untuk membangun,” ujar pendiri INDEF tersebut.

Pertama, kata Didik, biaya perjalanan dinas harus dibuat lebih hemat. Kedua, lanjutnya, pemerintah tidak perlu boros membangun kantor-kantor mewah. Lebih lanjut, selain yang disebutkan tadi, dia menambahkan, ada banyak puluhan ruang yang bisa dihemat, seperti kegiatan rapat pemerintah.

“Kalau tidak, nanti Presiden tidak punya apa-apa. Anggaran habis untuk bayar pegawai negeri, habis untuk subsidi, habis ditranfer ke daerah. Harus, wajib dirombak. Sekarang ini lemak-lemaknya berat,” kata dia.

Sementara itu, mantan Menko Bidang Perekonomian, Rizal Ramli menyebut, biaya perjalanan dinas para pejabat kelewat mewah. Dia bilang, biaya perjalanan pejabat saat ini sekitar Rp 32 triliun, artinya dua kali anggaran untuk sektor pertanian yang sebesar Rp 15 triliun.

“Tidak usah ditanya, pemerintah prioritasnya pertanian atau pelesiran? Jawabannya pelesiran. Makanya tidak aneh kalau Indonesia impor segala macem,” sebut Rizal.

Padahal, lanjut Rizal, dengan kemudahan teknologi informasi dan komunikasi, salah satunya internet, saat ini rapat atau koordinasi tidak harus berada di satu tempat, dan tentunya bisa menghemat biaya.

“Kalau pemerintah enggak berani bongkar anggaran, cuma mengganti asumsi ekonomi, (pemerintah baru) tidak memberikan manfaat,” pungkasnya.

 Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/04/28/2028477/Anggaran.Sektor.Pertanian.Hanya.Separuh.dari.Biaya.Perjalanan.Pejabat

Pertanianku — Fenomena harga cabai yang melambung tinggi terjadi lagi. Ikatan Pe [...]

Pertanianku — Komoditas perkebunan memiliki kontribusi besar dalam peningkatan e [...]

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) menilai, pupuk menjadi kunci kema [...]

Pertanianku — Beragam jenis tanaman buah biasa dibudidayakan dengan berbagai car [...]

Pertanianku — Cara menyuburkan tanah bisa dilakukan dengan pemberian pupuk. Sela [...]

Pertanianku — Penggunaan bahan alami untuk menyuburkan tanah sudah digunakan sej [...]

Pertanianku — Bagaimana trik agar jagung manis berbuah lebat? Ya, siapa yang tid [...]

Pertanianku — Ada beberapa jenis anggur yang tersebar di seluruh dunia. Salah sa [...]

Pertanianku — Bisnis beternak ayam kampung sangat menjanjikan. Bagaimana tidak? [...]

Pertanianku — Sejak dulu, daun jambu biji dipercaya dapat mengatasi diare. Untuk [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds