Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: preg_match_all() expects parameter 2 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4894

Warning: strpos() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: mb_substr() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-includes/functions.php on line 4899

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: dirname() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/polylang/modules/wpml/wpml-config.php on line 53

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201

Warning: basename() expects parameter 1 to be string, array given in /home/binaswad0307/public_html/bs3/wp-content/plugins/wp-optimize/wp-optimize.php on line 201
Andi Amran Sulaiman sosok pembaharu di sektor pertanian | binaswadaya.org      

Andi Amran Sulaiman sosok pembaharu di sektor pertanian

Blusukan ke sana kemari sudah menjadi rutinitas sehari-hari seorang Andi Amran Sulaiman. Bahkan, dia membuat istilah kantor berjalan, karena dalam setiap kunjungan dia juga menyelesaikan pekerjaan administrasi, semua itu dilakukannya karena kecintaannya kepada petani di seluruh Indonesia.

Mengaku tidak pernah bisa tidur nyenyak di tengah bencana kekeringan sekarang ini, juga beberapa kali dia ungkapkan.

Apalagi, Oktober mendatang musim tanam dimulai. Lantas diapun menginstruksikan semua pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian untuk turun lapangan, bahkan kalau perlu menginap 2 bulan di daerah-daerah bencana.

“Saya minta semua turun ke lapangan sesuai dengan tanggung jawab yang ditunjuk di setiap daerah. Dengarkan keluhan petani dan segera laporkan. Berikan yang terbaik untuk petani,” kata Amran memberi instruksi kepada bawahannya.

Bahkan bapak 4 anak itu minta pejabat di Kementerian Pertanian lebih dulu memperhatikan serapan anggaran yang dinilainya masih jauh dari harapan, dibanding sarapan.

Dalam setiap pertemuan UPSUS Amran selalu menekankan harapannya “Serapan (anggaran) harus lebih penting daripada sarapan. Jadi utamakan serapan sebelum sarapan,” demikian imbuhnya.

Amran dinilai sebagai Menteri Pertanian sosok pembaharu di sektor pertanian. Dia berani memangkas anggaran perjalanan dinas Rp4,6 triliun untuk dialihkan kepada petani, berujud bantuan pompa air, traktor, benih, pembangunan jaringan irigasi tersier serta pengadaan pupuk.

Pria yang dilahirkan di Bone, Sulawesi Selatan 27 April 1968, Amran merupakan anak ke-4 dari 12 bersaudara.

Bapaknya seorang Bintara dengan pangkat sersan tentara, hal inilah menyebabkan Amran kecil hidup penuh kesederhanaan, namun sangat disiplin.

Orang lain menilainya pribadi yang jujur, cerdan dan tegas. Amran resmi diangkat sebagai Menteri Pertanian ke-26 oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Oktober 2014.

Siapa sangka, belum satu tahun memegang amanah ini, dia sudah melakukan blusukan ke 300 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua.

Begitu banyaknya daerah yang harus dikunjungi, adakalanya hanya beberapa menit di sana. Seperti Rabu (12/8), dalam panen raya padi rawa atau Inpara, di Kabupaten Berau, Kaltim, Amran hanya sempat berpidato sekitar 10 menit tetapi penuh pesan dan mendapat sambutan begitu antusias dari masyarakat dan pejabat setempat.

Amran menyelesaikan pendidikan program Doktor Ilmu Pertanian di Universitas Hasanuddin pada 2012, pernah menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian dari Presiden RI pada 2007 dan Penghargaan FKPTPI Award 2011 di Bali.

Dalam Pilpres 2014, Amran sebagai koordinator relawan Sahabat Rakyat Kawasan Timur Indonesia (KTI). Bahkan kemudian, ia disebut-sebut sebagai ujung tombak pemenangan Jokowi-JK di KTI.

Yang jelas, setelah menjadi presiden, Joko Widodo memberikan amanah menteri pertanian dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019.

Amran terbilang masih keturunan Raja Bone, dari pihak ayahnya. Dia keturunan dari La Pawawoi Arung Sumaling, anak ke-4 La Tenri Tappu Raja Bone ke-23.

La Pawawoi Arung Sumaling mempunyai keturunan bernama Andi Baco Gangka Petta Teru yang isterinya Karaeng Beja, anak Karaeng Bantaeng/Karaeng Bore berdomisili di Bantaeng.

Di usia muda, Amran relatif mampu membangun dan membesarkan 14 perusahaan yang tergabung dalam holding Tiran Group.

Unit usahanya antara lain, tambang emas, tambang nikel, pabrik gula, distributor semen, produsen pestisi, perkebunan kelapa sawit, dan SPBU.

Bapak empat anak, yaitu Andi Amar Ma’ruf, Andi Athira, Andi Muh. Anugrah, dan Andi Humairah, dari isteri Ir Hj Martati, ini hari-harinya habis melakukan kunjungan, satu tekad agar program kerjanya mencapai hasil maksimal untuk target tentu saja Indonesia berswasembada pangan dalam dua atau paling lambat tiga tahun ke depan.

“Wartawan (juga) harus ikut dukung swasembada pangan di Indonesia, yang Insya Allah bisa kita capai tiga tahun ini. Atau, mungkin dua tahun saja,” kata Amran suatu siang dalam kunjungannya ke Solo, Jateng pada akhir Januari lalu.

Selalu berpakaian kemeja putih, celana hitam, dan kadang dibalut jaket hitam. Di balik ketegasannya, ia akrab dan ramah sama semua orang. Semangat berapi-api terlihat ketika ia berpidato di hadapan masyarakat yang dikunjungi.

Satu hal yang selalu diingat dari dia, “Kalau disakiti orang, jangan membalas dan jangan dendam. Balaslah dengan kebaikan, senyum, dan yang menyenangkan orang lain. Hati juga harus bersih, kerja keras. Kalau berjalan, harus cepat dan cepat.”

Ternyata, dengan filosofi itu, Amran terbiasa bertindak cepat dan bahkan dalam perjalanan dia suka juga secara spontan mengubah arah perjalanan dan lupa dengan protokoler.

sumber: http://www.antaranews.com/berita/513138/andi-amran-sulaiman-sosok-pembaharu-di-sektor-pertanian?utm_source=related_news&utm_medium=related&utm_campaign=news

Pertanianku — Beragam jenis makanan sehat banyak menjadi asupan pada saat seseor [...]

Pertanianku — Menghilangkan bekas getah pisang pada baju cukup sulit dilakukan. [...]

Pertanianku — Jeruk memiliki keunikan rasa manis dan asam yang membuatnya terasa [...]

Pertanianku — Bawang merah dan cabai merupakan dua jenis tanaman yang bernilai e [...]

Pertanianku — Ayam arab adalah ayam jenis petelur unggul yang banyak diidolakan [...]

Pertanianku — Tanaman bunga kerap dijadikan tanaman penghias pekarangan rumah. N [...]

Pertanianku — Trik menyimpan buah pisang bisa diterapkan agar buah ini bisa disi [...]

Pertanianku — Buah plum digemari karena dipercaya bisa membantu menurunkan berat [...]

Pertanianku — Biasanya, konsumen menyukai membeli buah yang belum terlalu matang [...]

Pertanianku — Penyakit tular tanah terdiri atas berbagai jenis jamur, bakteri, n [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds