Wirausaha Sosial Memberikan Banyak Perubahan Terhadap Ekonomi Masyarakat

Kesejahteraan masyarakat menjadi indikator keberhasilan sebuah negara. Sayangnya, kondisi tersebut belum sepenuhnya terjadi di Indonesia. Pendapatan dan tingkat kekayaan belum terdistribusi merata sehingga sering timbul ketimpangan yang akhirnya memicu ketidakadilan dan kecemburuan sosial.

Berangkat dari hal itu, Bina Swadaya menggagas sebuah solusi, yaitu wirausaha sosial. Dengan cara ini, para pelaku usaha tidak hanya mengutamakan kepentingan laba bisnis saja,tetapi mereka juga membawa misi dan visi sosial untuk memberdayakan masyarakat.

Bina Swadaya secara konsisten menginisiasi banyak pihak untuk melakukan wirausaha sosial. Bahkan, jumlah wirausaha sosial terus meningkat. Hal itu terungkap dari Pembina Yayasan Bina Swadaya, Bayu Krisnamurthi  di acara Social Enterprise Advocacy and Leveraging(SEAL-ASIA) di Bali, Rabu (27/09/17).

SEAL-BALI-27-09-2017-BayuKrinamurthi

Acara yang digagas Bina Swadaya dan Dompet Dhuafa itu juga mengungkap fakta bahwa pelaku wirausaha sudah diminati oleh kawula muda.

Kiprah para pelaku wirausaha sosial telah memberikan banyak perubahan terhadap ekonomi masyarakat, terutama di pedesaan. Sayangnya pergerakan dan keberhasilan mereka tidak tampak.

“Salah satu yang dihadapi sekarang adalah banyak yang melakukan dalam diam. Tidak senang gembar-gembor,” papar Bayu.

Menurut Bayu, sikap tersebut ada baiknya, tetapi ada tidak baiknya juga. Bersikap tidak diam dengan menunjukkan kegiatan pemberdayaan dirasa perlu agar menimbulkan efek yang lebih besar. Dengan mengeksiskan diri, orang juga tahu kegiatan pemberdayaan sehingga memungkinkan untuk berkolaborasi dengan wirausaha sosial lainnya.

“Di satu sisi itu bagus, tapi di sisi lain kita tidak tahu orangnya dan tidak bisa juga mengapresiasi,” tutur Bayu. [AS/SN]

Sumber: https://preneur.trubus.id

Peranianku — Erupsi Gunung Agung menoreh luka dan kesedihan bagi warga sekitar y [...]

Pertanianku — Ikan pari mobula terancam punah. Jumlah Mobula sp di perairan Indo [...]

Pertanianku — Seekor macan tutul tewaskan 7 orang termasuk anak-anak dan perempu [...]

Pertanianku — Lima ekor gajah mati tertabrak kereta api yang melintas. Kelima ek [...]

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan saat ini baru 15 dari [...]

Pertanianku — Saat ini harga daging sapi di berbagai daerah masih bertahan di at [...]

Pertanianku — Menjelang Natal dan Tahun Baru 2018, manajemen objek wisata Gembir [...]

Pertanianku — Persahabatan antarmanusia sudah sering kita temui dalam kehidupan [...]

Pertanianku — Ada temuan cacing jenis baru yang membuktikan kekayaan tanah Sulaw [...]

Pertanianku — Pada areal seluas 15 hektare di lima bukit Desa Karangasem dilakuk [...]

Eva Lasti Apriani Madarona Petani sayuran hidroponik di Bandung, Jawa Barat Bisnis adalah kepercayaa [...]

Pemuda menentukan masa depan pertanian Indonesia. Setelah mengulas kiprah 28 pengusaha muda bidang p [...]

Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama [...]

Pengembangan gurami tidak sepesat ikan konsumsi lain, seperti nila dan lele. Salah satu kendalanya l [...]

Hama ulat grayak momok bagi petani padi, kacang hijau, kacang panjang, dan kedelai. Mahasiswa Fakult [...]

Keong mas Pomacea canaliculata menyebabkan petani padi gagal panen. Mahasiswa Fakultas Pertanian Uni [...]

Ir. Ai Dudi Krisnadi memproduksi aneka olahan kelor untuk memenuhi permintaan pasar mancanegara. Dav [...]

Petani Muda+ Anak muda yang menggeluti bidang pertanian sebagaimana topik Majalah Trubus edisi Oktob [...]