Universitas Pancasakti Bawa Tegal ‘Go International’

upancasakti

Universitas Pancasakti (UPS), Tegal,  akan membawa daerah itu ‘go internaTional’ melalui rumput laut air payau jenis ‘Gracilaria Verrucosa’. Budi Daya rumput laut hasil temuan dari penelitian selama 10 tahun Fakultas Perikanan UPSTegal itu,menunjukan hasil luar biasa.

Rektor UPS, Tegal Prof DR Wahyono, SH, MS  bertekad melalui  rumput laut akan membawa Tegal  ke dunia internasional. Langkah pertama, katanya, rumput laut temuan UPS sudah sukses dikembangkan di negeri sendiri, seperti di Pacitan, Kendal, Indramayu, Kalimantan, Sumatera dan sejumlah daerah lainnya.

“Promosi untuk dalam negeri sudah berjalan. Bahkan di Pacitan panen raya dilakukan Presiden SBY. Sudah banyak permintaan dari daerah lain. Kami menyediakan bibit rumput laut secara gratis. Tapi ambil sendiri di UPS, kami akan melayani dengan senang hati,” jelas Wahyono di sela-sela seminar internasional bertema blue ekonomi di Tegal, pekan ini.

Seminar tersebut atas kerjasama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UPS, Tegal dengan Dinas Kelautan Dan Pertanian Pemkot Tegal, Balai Pendidikan Dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Tegal dan Pangkalan TNI Angkatan Laut Tegal.

Seminar bertema “Konsep Blue Economy Dalam Industri Kelautan dan Perikanan itu  menghadirkan keynote speaker  Dr. I Gede Nyoman Suyasa, Prof. Dr. Haryono Suyono, H. Ikmal Jaya SE. Ak, Kingkin Suroso, SE, Prof. Dr. Daniel Joko Setianto, Prof. dr. Yoshifumi Azuma, Dr. Anton Lucas, Dr. Ali Supardan, MSc, Ricard Stanford dan Jae Won Lee.

Wahyono menegaskan, pihaknya bertegad agar produk-produk perikanan dan kelautan di wilayah Kota Tegal bisa go Internasional tentunya dengan melalui blue economy concept. Budidaya rumput laut selama ini juga sudah berjalan dan banyak permintaan dari wilayah Jawa Timur seperti Macitan, Kendal hingga Indramayu.

“Namun untuk wilayah sumatera dan kalimantan kita akan terus upayakan. Tentunya hal ini datang dari fakultas perikanan UPS Tegal,” terangnya.

Rektor menegaskan  partisipasi posdaya sangatlah besar untuk membangun ekonomi kerakyatan. Dukungan Yayasan Damandiri dan Pemkot Tegal juga berpengaruh pada budidaya rumput laut sehingga bisa dipasarkan keluar wilayah.

Ditanya perbedaaan dengan jenis rumput laut yang lain? Rektor yang menjabat belum satu tahun itu menjelaskan, jenis rumput laut ‘Gracilaria Verrucosa’ bisa ditanam di tambak air payau dengan sistem tumpang sari.

Tebar Bibit Bandeng

Dijelaskan, ditambak itu, selain rumput laut juga sekaligus tebar bibit ikan bandeng, udang atau ikan lain. “Ikan tersebut gembuk karena makan sari rumput laut. Jadi petani dapat keuntungan ganda,” paparnya.

Wahyono memaparkan budidaya rumput laut amat sangat menguntungkan. Pasalnya,  dalam waktu 3 bulan hasilnya sudah dapat dipanen. Dari penanaman 1 ton dapat panen sampai 2 ton. Tanpa menanam kembali, tiga bulan berikutnya petani bisa panen kembali, namun untuk panen ketiga harus ditebar bibit lagi sebanyak 20 persen dari penanaman bibit pertama.

Ketua Yayasan Damandiri, Prof Dr Haryono Suyono mendukung penuh dan rela mempromosikan rumput laut tersebut ke berbagai daerah.  Dia pun mengingatkan, Posdaya hadir untuk menyegarkan serta membangkitkan kembali budaya gotong  royong di pedesaan yang merupakan nilai-nilai Pancasila.

“Nah, rumput laut dari UPS ini, melalui Posdaya secara langsung atau tidak ikut membangkitkan budaya gotong royong. Keluarga di desa jadi punya kegiatan ekonomi. Mereka mendapat tambahan pendapatan untuk kesejahteraan keluarga,” kata Haryono.

Haryono mengatakan, dulu masyarakat penerima program dari pemerintah. Programnya dari atas ke bawah sehingga masyarakat pasif hanya menerima program. Saat ini, jaman sudah bergeser. Masyarakat harus ambil inisiatif program sementara pemerintah tinggal mendukung.

”Pemda tidak boleh nmelarang kegiatan di masyarakat termasuk penemuan rumput laut oleh UPS. Pemerintah harus mendukung dan memfasilitasi  agar rakyat bergerak untuk merubah dirinya,” ungkap Haryono. (junaedi)

Sumber: http://www.harianterbit.com/2013/12/14/universitas-pancasakti-bawa-tegal-go-international/

Pertanianku — Delapan negara anggota Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Ban [...]

Pertanianku — Ada beragam pendapat mengenai penggunaan probiotik untuk ternak ay [...]

Pertanianku — Ada banyak sekali jenis buah berkadar vitamin C tinggi, salah satu [...]

Pertanianku — Pada September lalu, Australia digegerkan dengan kasus temuan jaru [...]

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat dalam memfasilitas [...]

Pertanianku — Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ali Agus [...]

Pertanianku — Biji lada yang telah dipisahkan dari lapisan kulit dan daging buah [...]

Pertanianku — Unsur hara sangatlah diperlukan oleh tumbuhan karena unsur hara da [...]

Pertanianku — Kangkung merupakan jenis sayuran yang cukup populer di Indonesia. [...]

Pertanianku — Kasus sapi lumpuh mendadak banyak dikeluhkan peternak di Kampung T [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds