SEAL (Social Enterprise Advocacy and Leveraging) Conference ke-2

Bina Swadaya bersama dengan Dompet Dhuafa dan ISEA (Institute of for Social Enterpreneurship in Asia), menggelar SEAL (Social Enterprise Advocacy and Leveraging) yang keduakalinya. Tahun ini digelar di Bali dari tanggal 26-30 September 2017.

SEAL merupakan wujud kepercayaan dunia pada lembaga nasional sekelas Dompet Dhuafa dan Bina Swadaya dalam mewujudkan dan mengembangan sosial enterprise.

Menurut Bayu Krisnamurthi sebagai Member of Board of Trustee mengatakan, 10 tahun lalu istilah social entrepreneurship hampir tidak pernah disebut. Tetapi setelah Bina Swadaya menerima Social Entrepreneurship Of The Year 2006 Awards dari Ernest & Young Indonesia dan The Swchab Foundation for Social Entrepreneuship di Swiss, banyak sekali LSM, universitas, dan di kalangan bisnis yang menggunakannya.

“Ini awal social entrepeneurship berkembang di Indonesia. Di kalangan LSM digunakan dalam rangka sustainability kelembagaannya, di kalangan pebisnis dalam rangka dampak sosialnya dan di kalangan universitas sebagai alternatif program studi ekonomi dan sosial,” kata Bayu Krisnamurti, Rabu (27/9/2017).

Jelasnya, pada setiap SEAL Conference yang dihadiri seluruh anggota dari negara-negara Asia, selalu didahului dengan penelitian yang diadakan oleh masing-masing  anggota dengan tema yang berbeda-beda.

“Menjelang SEAL Conference kedua ini diadakan dua studi, yakni Measuring Social Enterprice Reseach Exchange and Learning in Asia, dan Promoting Social Enterprices in Gender transformative and Responsible Agribusiness Investment in Southeast Asia,” tuturnya.

Event SEAL Conference Internasional 2017 ini diikuti oleh para pelaku social enterprise, akademisi, NGO/LSM, badan di bawah naungan PBB, serta lembaga-lembaga yang berfokus dalam pengembangan sosial enterprise dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Philipina, Thailand, Vietnam, India, Bangladesh, India, Jepang, Nepal, Taiwan dan Singapura. [AG/AS]

Sumber: https://news.trubus.id

Peranianku — Erupsi Gunung Agung menoreh luka dan kesedihan bagi warga sekitar y [...]

Pertanianku — Ikan pari mobula terancam punah. Jumlah Mobula sp di perairan Indo [...]

Pertanianku — Seekor macan tutul tewaskan 7 orang termasuk anak-anak dan perempu [...]

Pertanianku — Lima ekor gajah mati tertabrak kereta api yang melintas. Kelima ek [...]

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan saat ini baru 15 dari [...]

Pertanianku — Saat ini harga daging sapi di berbagai daerah masih bertahan di at [...]

Pertanianku — Menjelang Natal dan Tahun Baru 2018, manajemen objek wisata Gembir [...]

Pertanianku — Persahabatan antarmanusia sudah sering kita temui dalam kehidupan [...]

Pertanianku — Ada temuan cacing jenis baru yang membuktikan kekayaan tanah Sulaw [...]

Pertanianku — Pada areal seluas 15 hektare di lima bukit Desa Karangasem dilakuk [...]

Eva Lasti Apriani Madarona Petani sayuran hidroponik di Bandung, Jawa Barat Bisnis adalah kepercayaa [...]

Pemuda menentukan masa depan pertanian Indonesia. Setelah mengulas kiprah 28 pengusaha muda bidang p [...]

Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama [...]

Pengembangan gurami tidak sepesat ikan konsumsi lain, seperti nila dan lele. Salah satu kendalanya l [...]

Hama ulat grayak momok bagi petani padi, kacang hijau, kacang panjang, dan kedelai. Mahasiswa Fakult [...]

Keong mas Pomacea canaliculata menyebabkan petani padi gagal panen. Mahasiswa Fakultas Pertanian Uni [...]

Ir. Ai Dudi Krisnadi memproduksi aneka olahan kelor untuk memenuhi permintaan pasar mancanegara. Dav [...]

Petani Muda+ Anak muda yang menggeluti bidang pertanian sebagaimana topik Majalah Trubus edisi Oktob [...]