Menurunkan Tingkat Kemiskinan

Integrasi Program-Program Kemiskinan Dapat Menurunkan Dua Persen Tingkat Kemiskinan

Tingkat ketimpangan pada 2017 semakin membaik. Hal ini ditandai dengan indikator penurunan Gini Rasio sebesar 0,391 persen (year-on-year) karena didorong kenaikan proporsi konsumsi kelompok 40 persen terbawah dan menengah.  Selain itu, pencapaian ini juga dipacu oleh kebijakan pertanian dan pengembangan ekonomi produktif melalui reforma agraria dan peningkatan produktivitas di sektor pertanian, perluasan kesempatan kerja melalui pengembangan vokasi dan pelatihan kerja bagi kaum muda, serta kebijakan afirmasi untuk 40 persen penduduk miskin seperti reformasi subsidi tepat sasaran serta perluasan akses pelayanan dasar.

Terdapat tiga penajaman program penanggulangan kemiskinan untuk 2018, antara lain: perluasan bantuan sosial non-tunai yang harus dipastikan berjalan tepat waktu, bantuan pangan non-tunai untuk memperbaiki pola konsumsi pangan masyarakat, serta padat karya tunai (cash for work) untuk masyarakat kurang mampu. “Khusus padat karya tunai bertujuan untuk meningkatkan pendapatan, menciptakan lapangan kerja sementara, menurunkan angka stunting, dan mengurangi kemiskinan. Hal ini diutamakan untuk desa yang mengalami bencana, pasca konflik, dan rawan pangan. Target kita di 2018 adalah 1.000 desa di 100 kabupaten/kota, dengan dana bersumber dari dana desa, APBN, dan APBD,” jelas Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam konferensi pers “Membedah Angka Kemiskinan dan Kesenjangan: Rilis Data Terkini BPS”, di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto, Gedung Bappenas.

Salah satu strategi khusus pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan pada 2018 adalah dengan integrasi program kemiskinan, yaitu dengan pelaksanaan perlindungan sosial didasarkan pada pendekatan siklus hidup (life-cycle), penerima bantuan menerima manfaat lengkap karena bersifat single targeting framework untuk intervensi kemiskinan secara holistik, dan mendorong pengembangan pelayanan satu pintu dan implementasi bantuan sosial non-tunai.

“Studi empiris menunjukkan kalau kita mengintegrasi program-program kemiskinan, maka tingkat kemiskinan dapat turun sebanyak dua persen. Sekarang tingkat kemiskinan kita sepuluh persen, harusnya bisa jadi delapan persen. Tentunya kita tidak seambisius itu pada 2018, tetapi paling tidak harus ada upaya pengintegrasian supaya penurunan kemiskinan lebih cepat,” jelas beliau. Turut hadir mendampingi Menteri Bambang dalam konferensi pers pada Selasa siang tersebut, Staf Ahli Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Rahma Iryanti, Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Vivi Yulaswati, dan Kepala Biro Humas dan Tata Usaha Pimpinan Thohir Afandi.

Sumber: https://www.bappenas.go.id

Pertanianku — Delapan negara anggota Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Ban [...]

Pertanianku — Ada beragam pendapat mengenai penggunaan probiotik untuk ternak ay [...]

Pertanianku — Ada banyak sekali jenis buah berkadar vitamin C tinggi, salah satu [...]

Pertanianku — Pada September lalu, Australia digegerkan dengan kasus temuan jaru [...]

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat dalam memfasilitas [...]

Pertanianku — Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ali Agus [...]

Pertanianku — Biji lada yang telah dipisahkan dari lapisan kulit dan daging buah [...]

Pertanianku — Unsur hara sangatlah diperlukan oleh tumbuhan karena unsur hara da [...]

Pertanianku — Kangkung merupakan jenis sayuran yang cukup populer di Indonesia. [...]

Pertanianku — Kasus sapi lumpuh mendadak banyak dikeluhkan peternak di Kampung T [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10000 milliseconds