Mendes PDTT Minta Desa Optimalkan Empat Program Prioritas untuk Kurangi Laju Urbanisasi

Pemanfaatan dana desa untuk pembangunan di pedesaan mampu mengurangi laju urbanisasi. Tidak hanya untuk membangun infrastruktur, dana desa juga mampu menyediakan lapangan pekerjaan.

“Kota-kota besar sudah sangat padat. Jika tidak punya keterampilan, tidak seindah yang dibayangkan. Gunakan dana desa untuk bangun desa,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, di Jakarta, Selasa (20/6).

Peningkatan sumber daya ekonomi di pedesaan, menurut Menteri Eko, menjadi jawaban untuk mengatasi derasnya perpindahan warga desa ke kota. Dirinya pun menekankan pentingnya implementasi empat program prioritas pembangunan desa. Hal tersebut perlu dilakukan sebagai upaya akselerasi pembangunan pedesaan.

“Tahun ini pemerintah fokus pada empat program prioritas untuk kurangi laju urbanisasi. Keempatnya yaitu menentukan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), membuat embung air desa, dan membuat sarana olahraga desa,” lanjutnya.

Menurut Menteri Eko, program Prukades akan menciptakan klasterisasi produk unggulan desa hingga mendorong peningkatan skala produksi. Dengan demikian, lanjutnya, pengusaha pascapanen termotivasi masuk ke desa. Ia mencontohkan wilayah Telang di Kabupaten Musi Banyuasin yang telah fokus pada pengembangan padi. BULOG pun berinvestasi untuk penyediaan sarana pengeringan padi.

“Optimalisasi peran BUMDes juga akan hasilkan lapangan kerja. Salah satunya yang kini terus dikembangkan, yakni pengelolaan Desa Wisata. Dengan membangun infrastruktur wisata dan homestay, tentu itu akan memberikan pekerjaan untuk masyarakat desa juga,” ujar Menteri Eko

Untuk terus menekan arus urbanisasi, Menteri Eko pun meminta agar empat program prioritas pembangunan desa terus disosialisasikan. Perlu ada keterlibatan Gubernur, Bupati, hingga media massa. Tidak hanya sosialisasi, pengawasan penggunaan dana desa pun juga memerlukan keterlibatan semua pihak, utamanya masyarakat.

Sebelumnya, Mendes PDTT mendapatkan penghargaan Satya Lencana Kepedulian Sosial dari Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) DKI Jakarta. Penghargaan diberikan karena program Kemendes PDTT dinilai mampu berkontribusi mengurangi urbanisasi ke DKI Jakarta. Dengan banyaknya pembangunan di desa, maka kebutuhan tenaga kerja di desa juga meningkat.

Data mencatat laju urbanisasi Indonesia per tahun mencapai 4%. Diperkirakan pada tahun 2025, 68% penduduk Indonesia berada di perkotaan. Bahkan pada tahun 2050, 85% penduduk diprediksi tinggal di perkotaan. Untuk meredam ketimpangan tersebut, sejak tahun 2015 lalu pemerintah menyalurkan dana desa. Akselerasi pembangunan di pedesaan diharapkan dapat mengurangi kesenjangan desa-kota

Sumber: http://www.kemendesa.go.id

Peranianku — Erupsi Gunung Agung menoreh luka dan kesedihan bagi warga sekitar y [...]

Pertanianku — Ikan pari mobula terancam punah. Jumlah Mobula sp di perairan Indo [...]

Pertanianku — Seekor macan tutul tewaskan 7 orang termasuk anak-anak dan perempu [...]

Pertanianku — Lima ekor gajah mati tertabrak kereta api yang melintas. Kelima ek [...]

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan saat ini baru 15 dari [...]

Pertanianku — Saat ini harga daging sapi di berbagai daerah masih bertahan di at [...]

Pertanianku — Menjelang Natal dan Tahun Baru 2018, manajemen objek wisata Gembir [...]

Pertanianku — Persahabatan antarmanusia sudah sering kita temui dalam kehidupan [...]

Pertanianku — Ada temuan cacing jenis baru yang membuktikan kekayaan tanah Sulaw [...]

Pertanianku — Pada areal seluas 15 hektare di lima bukit Desa Karangasem dilakuk [...]

Eva Lasti Apriani Madarona Petani sayuran hidroponik di Bandung, Jawa Barat Bisnis adalah kepercayaa [...]

Pemuda menentukan masa depan pertanian Indonesia. Setelah mengulas kiprah 28 pengusaha muda bidang p [...]

Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama [...]

Pengembangan gurami tidak sepesat ikan konsumsi lain, seperti nila dan lele. Salah satu kendalanya l [...]

Hama ulat grayak momok bagi petani padi, kacang hijau, kacang panjang, dan kedelai. Mahasiswa Fakult [...]

Keong mas Pomacea canaliculata menyebabkan petani padi gagal panen. Mahasiswa Fakultas Pertanian Uni [...]

Ir. Ai Dudi Krisnadi memproduksi aneka olahan kelor untuk memenuhi permintaan pasar mancanegara. Dav [...]

Petani Muda+ Anak muda yang menggeluti bidang pertanian sebagaimana topik Majalah Trubus edisi Oktob [...]