PPKM Bina Swadaya

Bina Swadaya sebagai sebuah LSM telah cukup lama membuka akses dan pelayanan kredit bagi masyarakat miskin dalam upaya memberdayakan mereka. Pengalaman-pengalaman tersebut telah terformulasi dalam beberapa bentuk pendekatan.

Pendekatan pertama, banking of the poor mengawali pelayanan Bina Swadaya dengan pengembangan KSM untuk menumbuhkan semangat menabung dan mengelola pinjaman dengan kemampuan pendanaan dari masyarakat miskin itu sendiri. Pendekatan kedua, banking with the poor, mengembangkan pola hubungan yang saling menguntungkan antara bank, KSM dan lembaga pendampingnya. KSM dapat memperoleh akses kredit dari bank sementara bank dan lembaga pendamping mendapatkan jasa atas pelayanannya kepada anggota KSM. Pendekatan ketiga adalah banking for the poor. Pendekatan ini merupakan pelayanan yang dirancang secara khusus bagi masyarakat miskin atau pengusaha mikro dalam bentuk lembaga perbankan (dalam bentuk BPR).

Ketiga pendekatan pelayanan keuangan tersebut telah dilaksanakan secara intensif selama kurang lebih dua dekade. Sekurang-kurangnya terdapat tiga hal yang telah diidentifikasi sebagai kelemahan dan sekaligus menjadi tantangan dalam mengembangkan program pelayanan keuangan mikro. Pertama, inefisiensi atau pencapaian cost-effectiveness dalam pengelolaan program. Kedua, perkembangan jumlah jangkauan kelompok sasaran (outreach) yang lambat. Ketiga, kurang kuatnya komitmen kepada yang paling miskin dan perempuan. Tertantang untuk mencapai ketiga hal tersebut, Bina Swadaya melengkapi pendekatan ketiga dari pelayanan keuangan mikro tersebut dengan model ASA melalui Pusat Pengembangan Keuangan Mikro (PPKM).