Ibu Piah Berhasil Mandiri Berkat Usaha Jahit

Ibu Piah, wanita kelahiran Gresik tahun 1962 ini semenjak ditinggal suaminya wafat pada tahun 2004 mulai membangun usaha  menjahit kerudung untuk memenuhi kebutuhan hidup 4 orang anaknya. Semangatnya kembali muncul di tahun 2010 berkat kehadiran Bina Swadaya melalui dampingan dari BPR Kebomas Gresik dengan memberikan modal tanpa agunan sebesar Rp. 500 ribu saat melakukan pinjaman pertama.

Menjahit kerudung menjadi pilihan utama usaha wanita 55 tahun ini mengingat usia yang sudah tidak muda lagi. Semua dikerjakan di rumah bersama anak terakhirnya yang kadang membantu saat pulang sekolah.

Selama ini, Ibu Piah menjahit kerudung mengambil dari pengepul dengan jumlah kodian. Kerudung yang telah selesai dikerjakan kembali disetor kepada pengumpul kerudung. “Setor rata – rata tiap tiga hari sekali tergantung pesanan, kalau ada pesanan ya langsung satu hari satu malam besoknya ya setor”, katanya saat diwawancara Trubus.id.

Rata – rata Ibu Piah sanggup mengerjakan 200 hingga 300 potong pesanan kerudung. Pesanan akan semakin bertambah jika memasuki awal bulan puasa dimana bisa mencapai 500 potong kerudung yang dikerjakan sendiri selama satu minggu.

Selama ini, pinjaman tanpa agunan dari BPR Kebomas Gresik digunakan Ibu Piah untuk membeli alat produksi jahit seperti benang, jarum dan perawatan mesin. Dengan ketersediaan alat produksi yang makin bertambah, Piah mengalami peningkatan produksi dari 16 kodi hingga kini menjadi 20 kodi per bulannya. “satu kerudung, ukuran (kecil) nomer 0 sampai 5 harganya Rp.7.500, ukuran 6 sampai 12 harganya Rp.10.000,” jelasnya.

Ketekunan kerja dan penghasilan yang diperolehnya selama ini salah satunya digunakan untuk membiayai sekolah anaknya. Hingga tahun ini, Piah diberi kepercayaan BPR Kebomas Gresik  diberi pinjaman tanpa agunan yang ke lima sebesar Rp.1.500.000 untuk mengembangkan usahanya.

Piah berpendapat dampingan BPR Kebomas Gresik selama ini dirasakan sebagai rejeki yang hampiri dirinya. “Senang alhamdulillah, hitung – hitung rejeki”, katanya. Semangat untuk usaha ternyata tidak hanya sebatas menjahit pesanan kerudung saja. Ibu Piah juga membuka usaha dengan memberikan hutang beras kepada warga di sekitar tempat tinggalnya Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Gresik. “Kan saya tidak kerudung aja, menghutangkan beras, satu bulan sekali, alhamdulillah sekarang lumayan lancar”, tutupnya.

Yudi, Koordinator Pengembangan Kredit Mikro (PKM) BPR Kebomas Gresik mengungkapkan, syarat pengajuan pinjaman tanpa agunan lewat BPR Kebomas harus melalui beberapa persayaratan seperti harus memiliki usaha dan membentuk Kelompok Kredit Mikro (KKM) dengan minimal 10 orang.

“Kenapa harus 10 orang, karena kredit kelompok ini tanpa jaminan, jadi anggota yg lain juga sebagai informan dan di awasi tiap minggu oleh petugas”, katanya saat diwawancara oleh Trubus.id.

Sumber: https://preneur.trubus.id

Pertanianku — Polemik impor beras terulang kembali. Kali ini, pemicunya adalah p [...]

Pertanianku — Penanganan batu ginjal ternyata bisa menggunakan rebung bambu kuni [...]

Pertanianku — Di Festival Kuliner Indonesia di Seoul, rendang dan udang bumbu ba [...]

Pertanianku — Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kes [...]

Pertanianku — Belasan kambing mati misterius di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Is [...]

Pertanianku — Tahukah Anda? Kulit telur ayam ternyata banyak manfaatnya, termasu [...]

Pertanianku — Di beberapa negara tropis, ikan kerapu (groupers) sudah mulai dibu [...]

Pertanianku — Jeruk nipis dikenal sebagai buah dengan rasa asam yang memiliki ba [...]

Pertanianku — Pernahkah Anda mencoba bahan lalapan yang berasal dari laut? Bahan [...]

Pertanianku — Kedelai merupakan salah satu bahan baku paling penting dalam pembu [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds