Desa Majasari di Indramayu Terbaik Tingkat Nasional

Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu berhasil meraih predikat sebagai desa terbaik di Indonesia. Dalam penilaian ketat yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Desa Majasari berhasil menyingkirkan nominasi desa terbaik lainnya di Tanah Air.

“Jabar patut berbangga karena Desa Majasari meraih desa terbaik yang dalam penilaiannya mengalahkan desa dari wilayah lainnya. Penghargaannya diberikan langsung pemerintah pusat melalui Kemendagri,” ujar Kusmayadi kepada wartawan di Gedung Sate, Selasa (16/8).

Dijelaskan Kusmayadi, dalam kategori wilayah penilaian panitia membaginya dalam 4 regional yang terdiri dari wilayah regional 1 yaitu Sumatra, Regional 2 Jawa Bali, Regional 3 Kalimantan dan Sulawesi, regional 4 NTB, NTT dan Papua.

“Jadi desa ini berdasarkan penjaringan dari 4 regional wilayah tersebut sehingga layak sebagai desa terbaik,”kata Kusmayadi.

Kantor_Desa_Majasari

Kantor Desa Majasari

Dalam penilaian Kemendagri, Desa Majasari dinilai berhasil memberdayakan keberadaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di desa tersebut sehingga mampu menekan angka kemiskinan di desa itu sehingga angka kemiskinan yang tadinya 18 persen menjadi 6 persen dari total penduduk desa tersebut.

Dari total jumlah penduduk Desa Majasari yang berjumlah sebanyak 3.000 orang lebih, sekitar 80 persennya berprofesi sebagai TKI. Namun keberadaan TKI ini ternyata berhasil diberdayakan untuk pembangunan desa oleh sang kepala desa.

“Kepala Desa mengarahkan uang yang diterima para keluarga para TKI itu untuk keperluan produktif seperti membangun usaha dan lainnya, tidak hanya habis untuk kebutuhan konsumtif. Angka warga miskin pun terus berkurang dan masyarakatnya semakin maju,” beber dia.

Lebih lanjut ia mengatakan selain masyarakat miskinnya terus berkurang, sarana infrastruktur juga terbilang maju. Kepala Desa dinilai mampu merangkul semua warga desanya untuk bersama-sama membangun sarana dan insfrastruktur di desa tersebut dengan segala kemampuan warga desanya.

“Istri kuwu (istri kepala desa) di desa itu dulu mantan TKI, jadi mungkin saja ini menjadi inspirasi kuwu desa itu untuk memberdayakan masyarakatnya,” kata Kusmayadi.

Kusmayadi menambahkan, selain sarana infrastruktur yang tebilang maju, dari sisi pendidikan dan penguasaan teknologi pun tidak kalah dengan masyarakat perkotaaan. Bahkan, masyarakat di sana sudah terbiasa menggunakan internet untuk berkomunikasi dengan keluargannya yang menjadi TKI.

“Desa Majasari bisa mengedukasi warganya agar pandai menggunakan internet seperti aplikasi Skype, mereka sudah terbiasa untuk berkomunikasi dengan keluarganya di luar negeri. Tak heran desa ini pun disebut desa yang masyarakatnya dianggap melek teknologi dan informasi,” kata Kusmayadi.

(zam) http://jabar.tribunnews.com

Pertanianku — Umumnya masyarakat hanya mengenal tembakau sebagai bahan baku utam [...]

Pertanianku — Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Sumardjo Gatot Irian [...]

Pertanianku — Asal usul cabai di Indonesia ternyata berasal dari tanaman bernama [...]

Pertanianku — Beragam olahan berbahan kerang jadi favorit konsumen. Makanan laut [...]

Pertanianku — Fase pertumbuhan jagung manis bisa terlihat dari pertumbuhan daun [...]

Pertanianku — Memiliki nama ilmiah Volvariella volvacea, jamur merang sudah lama [...]

Pertanianku — Berkebun di sekitar rumah bisa jadi kegiatan yang menyenangkan unt [...]

Pertanianku — Salah satu tahapan yang penting dalam budidaya ikan dewa adalah pe [...]

Pertanianku — Saat ini, peluang bisnis ternak ayam ini masih sangat menjanjikan [...]

Pertanianku — Keterbatasan lahan pertanian membuat sejumlah orang berinovasi den [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds