BINA SWADAYA PEDULI GARUT

banjir-garut-sept-2016

Bina Swadaya dengan program kegiatan Emergency Respone (ER) akan melakukan pengiriman relawan untuk melakukan kajian situasi terkini, juga akan menyalurkan bantuan dan mengundang sahabat Bina Swadaya dan masyarakat yang peduli untuk berpartisipasi membantu saudara-saudara kita di Garut yang sedang tertimpa musibah banjir bandang.

Bagi sahabat Bina Swadaya dan masyarakat yang akan menyumbang dalam bentuk uang, sehingga tim dapat membelanjakan dengan tepat dan efektif dapat mengirimkan ke nomor rekening Bank BCA 0021532711 atas nama Otok S.Pamuji

IMG-20160922-WA0025

16 Orang Tewas dan 18 Hilang dalam Banjir Garut

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan sebanyak 16 orang meninggal dunia dalam bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Belasan korban lainnya masih dinyatakan hilang.

“Data resmi korban banjir bandang di Garut sampai saat ini adalah 16 orang meninggal dunia,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers, Rabu, 21 September 2016, di kantor BNPB di Jalan Pramuka, Jakarta.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 orang sudah teridentifikasi. Mereka terdiri atas delapan laki-laki dan tujuh perempuan. Sedangkan satu korban lainnya masih belum ditemukan. Selain korban meninggal dunia, sebanyak 18 korban lainnya masih dinyatakan hilang.

Sutopo mengatakan banjir bandang dan longsor yang terjadi pada Rabu dinihari itu berawal dari hujan lebat dari Selasa malam pukul 19.00. Ini membuat debit Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri naik secara cepat. Pukul 22.00, Sungai Cimanuk dan Cikamuri meluap dengan kecepatan yang demikian besar sehingga terjadi longsor di beberapa tempat.

“Puncaknya pada Rabu dinihari pukul 01.00, terjadi banjir bandang di tujuh kecamatan,” ujar Sutopo. Kecamatan itu antara lain Bayongbong, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Banyuresmi, Karangpawitan, Garut Kota.

Hingga kini, pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, TNI, Polri, Taruna Siaga Bencana, Palang Merah Indonesia, relawan, dan masyarakat. Bupati Garut, kata Sutopo, telah menunjuk Komandan Kodim sebagai komandan tanggap darurat. “Masa tanggap darurat sudah ditetapkan dilakukan dalam tujuh hari ke depan,” tutur Sutopo.

Sementara itu, dua warga meninggal dunia diidentifikasi berasal dari Sumedang, Jawa Barat.

Petugas di lapangan masih melakukan identifikasi nama-nama jasad korban. Saat ini 6 jasad korban yang belum teridentifikasi namanya.

Ratusan pengungsi ditempatkan di kantor Korem. BPBD Provinsi Jawa Barat membantu penanganan darurat.

Pos komando (posko) dan dapur umum telah didirikan BPBD setempat. Bupati Garut telah menunjuk Dandim sebagai komandan tanggap darurat (dari berbagai sumber: Tempo, RadarSukabumi))