Bina Swadaya membantu pengungsi akibat banjir di Yogyakarta

Tim Emergency Response (ER) Bina Swadaya telah dibentuk sejak tahun 2013. Sudah berpengalaman membantu korban bencana erupsi Gunung Kelud, Gunung Sinabung, banjir bandang di Garut, dan gempa bumi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Saat membantu korban bencana, Tim ER Bina Swadaya melakukan kajian cepat di lokasi pengungsian. Kemudian dicatat, dibelanjakan, dan didistribusikan. Pengalaman di Aceh, kami membantu pembuatan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) untuk para pengungsi.

Kali ini, tim ER Bina Swadaya akan membantu para pengungsi yang ada di Kabupaten Bantul dan Gunung Kidul di Yogyakarta. Tim ER Bina Swadaya berangkat ke Yogyakarta pada Jumat, 1 Desember 2017 dan langsung menemui Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang ada di sana untuk memudahkan dan mempercepat bantuan segera terlaksana.

Bagi Anda yang akan memberikan donasi, dapat mengirim donasi di Rekening BCA: 0021532711 atas nama Otok S. Pamuji.

Batas pemberian donasi ditunggu paling sampai Jumat, 8 Desember 2017. TERIMA KASIH

Peranianku — Erupsi Gunung Agung menoreh luka dan kesedihan bagi warga sekitar y [...]

Pertanianku — Ikan pari mobula terancam punah. Jumlah Mobula sp di perairan Indo [...]

Pertanianku — Seekor macan tutul tewaskan 7 orang termasuk anak-anak dan perempu [...]

Pertanianku — Lima ekor gajah mati tertabrak kereta api yang melintas. Kelima ek [...]

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan saat ini baru 15 dari [...]

Pertanianku — Saat ini harga daging sapi di berbagai daerah masih bertahan di at [...]

Pertanianku — Menjelang Natal dan Tahun Baru 2018, manajemen objek wisata Gembir [...]

Pertanianku — Persahabatan antarmanusia sudah sering kita temui dalam kehidupan [...]

Pertanianku — Ada temuan cacing jenis baru yang membuktikan kekayaan tanah Sulaw [...]

Pertanianku — Pada areal seluas 15 hektare di lima bukit Desa Karangasem dilakuk [...]

Eva Lasti Apriani Madarona Petani sayuran hidroponik di Bandung, Jawa Barat Bisnis adalah kepercayaa [...]

Pemuda menentukan masa depan pertanian Indonesia. Setelah mengulas kiprah 28 pengusaha muda bidang p [...]

Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama [...]

Pengembangan gurami tidak sepesat ikan konsumsi lain, seperti nila dan lele. Salah satu kendalanya l [...]

Hama ulat grayak momok bagi petani padi, kacang hijau, kacang panjang, dan kedelai. Mahasiswa Fakult [...]

Keong mas Pomacea canaliculata menyebabkan petani padi gagal panen. Mahasiswa Fakultas Pertanian Uni [...]

Ir. Ai Dudi Krisnadi memproduksi aneka olahan kelor untuk memenuhi permintaan pasar mancanegara. Dav [...]

Petani Muda+ Anak muda yang menggeluti bidang pertanian sebagaimana topik Majalah Trubus edisi Oktob [...]