Balai Latihan Kerja Siapkan Pekerja Trampil

Menjawab perkembangan iptek serta berbagai perubahan di tingkat nasional/ internasional khususnya dalam dunia kerja dewasa ini, sangat diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kualitas sesuai dengan tuntutan pasar kerja yang diharapkan mampu bersaing .
Pengembangan kualitas itu dapat dilakukan antara lain dengan melalui Program Pelatihan Berbasis Kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja pada balai latihan kerja (BLK). Sayangnya sejak diberlakukannya UU No.32 Tahun 2004, semua BLK yang ada diserahkan Pemerintah Pusat untuk dikelola oleh Pemerintah Daerah.

Alhasil, BLK yang seharusnya bisa menjadi sarana pelatihan para pekerja tak terurus sebagaimana mestinya dan menjadi gedung dan peralatan yang mubazir. Kondisi ini yang kemudian memaksa Pemerintah Pusat untuk terus menerus memberikan suntikan, baik dana maupun Iptek.

Optimistisme selalu ada. Bahwa program pelatihan kerja dapat meningkatkan keterampilan dan kompetensi kerja yang dibutuhkan industri sehingga bisa menjadi solusi mengurangi pengangguran di Indonesia. Saat ini angka pengangguran di Indonesia mencapai 7,17 juta orang (5,92 persen) dari jumlah angkatan kerja Indonesia sebanyak 121,2 juta orang.

Di satu sisi kesadaran para pencari kerja untuk memanfaatkan fasilitas pelatihan kerja di berbagai daerah agar siap bekerja dan cepat diserap oleh pasar kerja dan industri masih sangat kurang. Pada 2013 Kemnakertrans menyediakan program pelatihan keterampilan dan kompetensi kerja secara gratis dengan kapasitas 162.017 peserta pelatihan. Jumlah itu masih jauh dengan pencari kerja tahun ini. Namun meningkat dibandingkan peserta tahun 2012 yang berjumlah 154.958 orang.

Data Kemenakertrans, saat ini terdapat 13 BLK UPTP (Unit Pelayanan Teknis Pusat) milik Kemenakertrans dan 252 BLK UPTD (Unit Pelayanan Teknis Daerah) milik pemerintah daerah
provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Sementara itu, jumlah instruktur mencapai 3.132 orang.

BLK-BLK di pusat dan daerah harus bersifat fleksibel dan dinamis sehingga bisa mengikuti kemajuan teknologi dan kebutuhan pasar industri melalui program-program pelatihan kerja yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada pasar kerja lokal, nasional, dan internasional.

Khusus untuk BLK yang dikelola oleh Pemerintah Daerah pola pelatihan ditekankan pada jenis pelatihan sesuai yang dibutuhkan di daerah masing-masing. Seperti pelatihan keterampilan kejuruan otomotif, las, bangunan kayu dan batu, elektonik, teknologi informasi, dan seterusnya.

Keberadaan BLK-BLK di pusat dan daerah telah membuktikan adanya peningkatakan keterampilan dan kompetensi para pencari kerja karena program pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan industri.

Sayangnya tak semua BLK di daerah-daerah memiliki kualitas dan kapasitas pelatihan serta instruktur yang memadai. Masih banyak yang memerlukan pembenahan menyeluruh. Ada beberapa aspek yang harus dibenahi seperti infrastruktur dan peralatan pelatihan, kuantitas dan kualitas instruktur, metode dan kurikulum pelatihan, serta manajemen pengelolaan BLK itu sendiri.

Pembenahan BLK-BLK milik pemda tersebut harus terus dilakukan meskipun terkendala terbatasnya anggaran. Pembenahan ini sejatinya mengikuti standar, atau berpatokan pada 13 BLK UPT Pusat milik Kemenakertrans yang kondisinya sudah sangat baik.

Seperti dikemukakan Dirjen Pembinaan pelatihan dan Produktivitas, Abdul Wahab Bangkona, diperlukan keterlibatan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan instruktur di BLK di daerah-daerah melalui APBD. Kebijakan ini harus dibakukan dalam regulasi dalam bentuk peraturan daerah (perda).

Kekurangan instruktur masih menjadi persoalan di hampir seluruh BLK di daerah-daerah. Dan masalah ini belum menjadi perhatian serius dari pemda dan butuh intervensi pusat.

Sumber: http://www.harianterbit.com/2013/12/09/balai-latihan-kerja-siapkan-pekerja-trampil/

Pertanianku — Delapan negara anggota Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Ban [...]

Pertanianku — Ada beragam pendapat mengenai penggunaan probiotik untuk ternak ay [...]

Pertanianku — Ada banyak sekali jenis buah berkadar vitamin C tinggi, salah satu [...]

Pertanianku — Pada September lalu, Australia digegerkan dengan kasus temuan jaru [...]

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat dalam memfasilitas [...]

Pertanianku — Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ali Agus [...]

Pertanianku — Biji lada yang telah dipisahkan dari lapisan kulit dan daging buah [...]

Pertanianku — Unsur hara sangatlah diperlukan oleh tumbuhan karena unsur hara da [...]

Pertanianku — Kangkung merupakan jenis sayuran yang cukup populer di Indonesia. [...]

Pertanianku — Kasus sapi lumpuh mendadak banyak dikeluhkan peternak di Kampung T [...]

RSS Error: WP HTTP Error: cURL error 28: Connection timed out after 10001 milliseconds